Ananda Emira Moeis: Program Makan Bergizi Gratis Dorong Ekonomi Lokal Di Kaltim
SAMARINDA - Program Makan Bergizi Gratis yang digagas Pemerintah Pusat mulai menunjukkan dampak nyata di Kalimantan Timur. Sejauh ini, program tersebut telah berjalan di 27 sekolah dari jenjang TK hingga SMA/SMK, tersebar di Kota Samarinda, Balikpapan, dan Kabupaten Penajam Paser Utara.
Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis, mengapresiasi keberhasilan program ini yang dinilainya tidak hanya berdampak pada kesehatan siswa, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.
"Setelah kami turun langsung ke lapangan, melihat dapur-dapur penyedia makanan bergizi gratis, kami temukan program ini membuka banyak lapangan pekerjaan, khususnya di Kaltim," ujar Ananda, Jumat (7/6/2025).
Ananda mencontohkan dapur produksi milik Pak Tigor di Kabupaten Kutai Kartanegara, yang setiap harinya menyediakan makanan untuk sekitar 3.500 siswa. Menariknya, seluruh bahan baku makanan berasal dari petani lokal, yang secara langsung meningkatkan permintaan hasil pertanian daerah.
"Ini menjadi peluang besar bagi petani lokal untuk meningkatkan produksinya. Permintaan suplai bahan terus meningkat, dan ini menunjukkan dampak ekonomi yang positif," tambahnya.
Namun, ia mengakui masih ada tantangan yang dihadapi para petani, terutama dalam hal permodalan. Ananda mendorong pemerintah daerah agar memberikan akses kemudahan modal dan pendampingan agar kualitas serta kuantitas produksi petani dapat ditingkatkan.
Tak hanya itu, legislator dari Fraksi PDI Perjuangan ini juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas instansi guna menjamin keberhasilan program secara menyeluruh.
"Dinas Kesehatan harus aktif dalam pengawasan kandungan gizi, Dinas Pendidikan sebagai pelaksana teknis di sekolah, dan Dinas Pertanian yang bersentuhan langsung dengan petani. Ini juga sejalan dengan program swasembada pangan dari Presiden terpilih Pak Prabowo," tegasnya.
Ananda berharap, Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya menjadi langkah intervensi gizi untuk pelajar, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi lokal yang berkelanjutan. (adv dprd kaltim)
