Andi Faisal Assegaf: Janji Wapres Untuk Muara Kate Harus Diwujudkan, Bukan Sekadar Seremonial
SAMARINDA - Anggota DPRD Kalimantan Timur, Andi Faisal Assegaf, menegaskan bahwa kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke Dusun Muara Kate, Kabupaten Paser, harus dibarengi langkah nyata. Ia menilai kunjungan itu tidak boleh berhenti sebagai simbolis belaka, melainkan menjadi awal penyelesaian konflik pertambangan yang telah lama membebani warga.
"Masalah di Muara Kate bukan sekadar persoalan hukum, tapi soal keadilan dan nasib masyarakat. Kita tidak bisa membiarkan warga terus hidup dalam ketidakpastian," ujarnya.
Wapres sebelumnya berjanji menyelesaikan 11 kasus hukum dan memperbaiki infrastruktur jalan yang rusak akibat truk tambang. Namun Andi Faisal menekankan bahwa janji itu harus dikawal dengan ketat. "Kami di DPRD Kaltim akan memastikan bahwa janji itu ditepati. Harus ada tindakan nyata," tegasnya.
Politisi Demokrat dari Dapil Penajam Paser Utara dan Paser ini juga menyoroti penggunaan jalan umum sebagai jalur hauling batu bara. Ia mendesak adanya regulasi yang lebih tegas dan pengawasan ketat demi melindungi hak dan kenyamanan warga.
Andi Faisal juga mengimbau masyarakat untuk tetap bersatu dan tidak terpecah oleh kepentingan kelompok tertentu. "Solidaritas masyarakat adalah kunci. Tekanan publik harus tetap kuat agar pemerintah tidak lengah," katanya.
Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan komitmennya bersama DPRD Kaltim untuk terus mengawal penyelesaian konflik di Muara Kate. "Kunjungan Wapres harus benar-benar bermakna. Janji negara harus hadir secara nyata bagi rakyat," pungkasnya. (adv dprd kaltim)
