Baru 2 Dapur Umum Beroperasi, Pemkab Kukar Diminta Siapkan Lahan Dukung Program Makanan Gratis
TENGGARONG - Program unggulan Presiden Prabowo Subianto, Makanan Bergizi Gratis (MBG), mulai berjalan di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Namun, pelaksanaannya masih menghadapi tantangan, terutama terkait ketersediaan dapur umum sebagai pusat pengolahan makanan.
Hingga pertengahan Mei 2025, baru dua lokasi dapur umum yang beroperasi di Kecamatan Tenggarong. Kedua titik ini digunakan untuk memasak dan mendistribusikan makanan ke sejumlah sekolah yang telah ditunjuk sebagai sasaran awal program.
"Progresnya sudah mulai berjalan meskipun baru di beberapa titik. Tapi ini jadi langkah awal yang baik," ujar Sekretaris Kabupaten Kukar, Sunggono.
Namun, dengan jumlah sekolah dasar dan menengah yang mencapai 717 unit di seluruh Kukarâberdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Timurâketersediaan dua dapur jelas belum memadai. Pemerintah pusat melalui tim pelaksana MBG pun meminta Pemerintah Kabupaten Kukar untuk turut berperan dalam menyediakan lahan tambahan yang dapat digunakan sebagai lokasi dapur umum.
"Dimohonkan agar pemkab menetapkan titik lahan yang bisa dipinjamkan untuk dapur umum. Lahan ini akan jadi basis pengolahan makanan yang akan dikirim ke sekolah-sekolah," jelas Sunggono.
Ia menegaskan, yang dibutuhkan saat ini bukanlah tambahan anggaran dari daerah, melainkan dukungan berupa fasilitas dasar seperti lahan yang sudah terakses air bersih, listrik, dan jalan. Pemkab Kukar diharapkan segera mengidentifikasi lokasi strategis agar distribusi makanan bisa merata ke seluruh kecamatan.
"Program ini tidak hanya soal gizi, tapi juga soal hak anak-anak untuk bisa belajar dengan nyaman dan fokus karena sudah makan dengan baik," tegasnya.
Dengan pemenuhan gizi yang cukup, pemerintah berharap siswa-siswi di Kukar dapat belajar lebih optimal, bebas dari kelaparan, dan tumbuh dengan sehat secara jasmani maupun mental. (ADV KMF KUKAR)
