Diskominfo Gelar Kegiatan Pemahaman Bermedia Digital Bagi Kaum Disabilitas

POJOKALTIM.CO.ID, SAMARINDA - Terlepas dari kekurangan yang dimiliki, kaum disabilitas memiliki hak yang sama dengan secara fisik tak ada memiliki kelemahan. Termasuk dalam mengakses informasi melalui platform berbasis digital. Tujuannya, agar para penyandang disabilitas ini juga memiliki keterampilan, yang tentunya butuh pendampingan.

Tema ini menyeruak dalam kegiatan yang diinisiasi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI melalui Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian (BPSSDMP) Kominfo Banjarmasin. Lewat sebuah kegiatan, yakni Pengenalan Teknologi Informasi Komunikasi bagi Disabilitas Tahun 2023, Senin (13/2/2023) di Hotel Aston Samarinda.

Didaulat membuka acara, Kadiskominfo Kaltim Muhammad Faisal, menyampaikan materi bertajuk TIK di Era Globalisasi. Sekaligus memberikan pemahaman bagi puluhan disabilitas untuk bermedia digital. 

"Kalau sudah cakap menggunakan media sosial, hati-hati karena ada penipuan, keamanan digital penting terlebih soal data pribadi dan perangkat kita," tegas Faisal. 

Perkembangan media digital terus terjadi seiring dengan kemajuan teknologi. Hal itu pun menjadi sebuah angin segar karena pada realitanya kehadiran media digital memang telah banyak membawa dampak positif pada berbagai aspek kehidupan. Keuntungan dari adanya media digital pun tak hanya dirasakan oleh anak muda saja melainkan juga oleh anak kecil hingga orang tua.

Hal yang masih sering terlupakan saat ini adalah mengenai akses media digital bagi kaum Disabilitas. Nilai-nilai keadilan yang tercantum dalam sila kelima Pancasila sudah cukup menjadi dasar yang jelas. 

"Empat kerangka literasi digital cakap bermedia, aman bermedia digital, etis bermedia digital, budaya bermedia digital," beber Mantan Kabag Humas Pemkot Kota Samarinda.


Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2021, akses digital bagi kaum disabilitas masih sangat rendah. Hanya di kisaran sembilan persen dari total keseluruhan penyandang disabilitas di Indonesia. Adapun jumlah penyandang disabilitas pada 2020 berdasarkan data BPS adalah sebanyak 22,5 juta orang.

BPSDMP Kominfo Banjarmasin melalui Bian Dina Meidiani selaku Analis Penjamin Mutu juga PIC Pengenalan TIK Disabilitas mengungkapkan target tahun ini 100 orang.  Di mana kegiatan yang dilakukan pihaknya di Banjarbaru sebelumnya diikuti sebanyak 50 peserta, jumlah yang sama dengan yang dilakukan di Samarinda. Dari pengalaman itu, di Banjarbaru sendiri ada peningkatan pemahaman tentang TIK bagi kaum disabilitas.

"Ini karena dilakukan capaian kompetensi pre dan post test. Dari hasil post test mengalami peningkatan kemampuan pemahaman para peserta, kami mengharapkan para peserta di Samarinda juga seperti itu," harapnya.

Tampak hadir pada kegiatan ini Ketua Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kaltim dan tim BPSDMP Kominfo Banjarmasin. (adv/diskominfo/cuk)

Share: