Kepala Distanak Kukar, Muhammad Taufik. (Istimewa)

Distanak Kukar Percepat Luas Tambah Tanam Lewat Modernisasi Dan Mekanisasi

TENGGARONG - Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kutai Kartanegara (Kukar) terus berupaya meningkatkan capaian Luas Tambah Tanam (LTT). Ini menjadi bagian dari strategi menjadikan Kukar sebagai lumbung pangan di Kalimantan Timur (Kaltim) dan penopang Ibu Kota Nusantara (IKN).

Namun, Kepala Distanak Kukar, Muhammad Taufik, mengungkapkan ada dua kendala utama yang tengah dihadapi petani saat ini. Pertama, sejumlah lahan pertanian mengalami genangan akibat hujan deras, sehingga menunda proses tanam. Kedua, kesulitan mendapatkan buruh tanam yang membuat petani harus antre untuk menanam di lahan yang telah siap.

"LTT belum maksimal tercapai karena sawah banyak yang tergenang banjir dan sulit mencari buruh tanam," ujar Taufik.

Di Kecamatan Tenggarong Seberang, misalnya, kelompok tani melaporkan bahwa mereka harus bergiliran menggunakan jasa buruh tanam akibat keterbatasan tenaga kerja.

Untuk mengatasi hambatan ini, Distanak Kukar mulai mengoptimalkan penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan), terutama mesin penanam benih padi. Mekanisasi ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada tenaga buruh dan mempercepat proses tanam sehingga target LTT dapat tercapai.

"Kami mencoba memecahkan masalah dengan memanfaatkan teknologi, khususnya alsintan untuk mempercepat tanam," jelas Taufik.

Target Kukar pada tahun 2025 adalah menambah luas tanam hingga 23 ribu hektare. Sampai tanggal 23 Mei 2025, baru terealisasi 1.707,5 hektare dari target triwulan sebesar 3.113 hektare, atau sekitar 54,85 persen, yang masuk dalam kategori capaian sedang (kuning).

Dengan langkah strategis berupa pemanfaatan mekanisasi pertanian dan dukungan kelompok tani, Distanak Kukar optimistis dapat mencapai target yang telah ditetapkan dan terus mendukung ketahanan pangan daerah. (ADV KMF KUKAR)

Share: