Golkar Samarinda Tetap Pertahankan
Meski Pemkot Samarinda Minta Kosongkan Gedung Sekretariat
POJOKALTIM, SAMARINDA -Meski Pemkot Samarinda telah bersurat untuk mengosongkan kantor sekretariat Golkar Samarinda di Jl. Dahlia, DPD II Golkar Samarinda bersikeras untuk tetap mempertahankan kantor itu.
Belum adanya solusi dari pemerintah, menjadi alasan kuat Golkar bertahan di gedung itu. Meski, Ketua DPD II Golkar Hendra, menegaskan bahwa pihaknya bukan tidak menghormati Pemkot Samarinda dan menghindari bersengketa dengan Pemkot Samarinda.
"Kantor ini dibangun dari keringat kader-kader terbaik Golkar. Tidak bijak kalau pemkot ingin mengusai gedung ini. Seharusnya duduk bersama, mencari win-win solutionnya," katanya, Kamis (31/3/2022).
Menurutnya, Golkar Samarinda bukan tanpa upaya. Pihaknya telah melakukan sejumlah negosiasi namun tidak juga ada respons positif dari Pemkot Samarinda.
Pemerintah Kota Tepian juga, disebutnya belum pernah membuktikan keabsahan kepemilikan bangunan maupun lahan lokasi sekretariat Golkar di Jalan Dahlia itu.
"Belum ada secarik kertaspun yang disampaikan Pemkot Samarinda bahwa ini milik mereka. Sementara menurut kami bangunan ini milik kita. Untuk itu kami gelar rapat pleno hari ini (Kamis) menyikapi persoalan ini. Intinya kami ingin mempertahankan," ucapnya.
Sementara Ketua tim advokasi Golkar Samarinda Lasila, menjelaskan bahwa Golkar Samarinda sebenarnya telah melakukan langkah hukum ke PTUN. Namun pihaknya memilih mencabut gugatannya karena majelis hakim meminta agar diselesaikan secara musyawarah.
"Tidak ada niat melawan tapi ingin mempertahankan saja. DPP juga memerintahkan untuk mempertahankan aset," terangnya.
Terkait rapat pleno yang digelar, disebutkan, bertujuan untuk menyikapi surat dari Pemkot Samarinda yang ditandatangani Plh Sekretaris Setkot Samarinda yang meminta pengosongan kantor DPD Golkar.
"Kami sudah balas keberatan karena kami merasa ini masih tempat kami, belum ada penyelesaian belum ada baiknya. Sebelumnya ada penyegelan itu kami mengalah. Kami pergi tapi Pemkot secara sepihak mengklaim terus," pungkasnya. (*/aka)
