Jumlah Penduduk Samarinda Menurun, DPK Kaltim Siapkan Bahan Informasinya
POJOKALTIM.CO.ID, SAMARINDA - Terhitung dari 2019 - 2021, jumlah penduduk di Samarinda mengalami penurunan. Untuk mendukung penelitian yang akan dilakukan oleh pihak terkait, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kaltim, tengah menyiapkan bahan informasi terkait penurunan tersebut.
Arsiparis Ahli Madya DPK Kalti, Risnawati menuturkan, ada dua kemungkinan penyebab penurunan jumlah penduduk tersebut. Pertama, penduduk Samarinda menjadi korban Covid-19 yang menimbulkan kematian. Kedua, terjadinya pengurangan pegawai sehingga mereka memutuskan untuk pulang kampung.
"Nanti diteliti mana dari dua ini yang menjadi dasar penurunan drastis ini. Oleh karena itu kami dari lembaga kearsipan harus menyediakan bahan informasi itu. Maka dari itu kami akan melakukan akuisisi arsip Covid-19," terang Risnawati.
Dia juga mengatakan akuisisi arsip Covid-19 adalah proses pengambilan arsip yang berkaitan dengan pandemi Covid-19 dari berbagai instansi dan lembaga di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Tujuannya, untuk mengumpulkan, mengelola, dan menyimpan arsip tersebut sebagai sumber informasi bagi peneliti dan masyarakat.
"Akhir tahun ini, kami sudah mendatangi kabupaten/kota. Mereka juga harus mengumpulkan data itu, Karena kami berencana membuat naskah sumber arsip Covid-19 provinsi Kaltim. Target kami 2024-2025 kami akan melakukan akuisisi arsip yang ada di provinsi. Kemudian 2026 di triwulan ke tiga, kita sudah mengakuisisi data dan fisiknya tetap di kabupaten/kota, hal ini kemudian akan kami jadikan satu dan di input ke Jaringan Informasi Kearsipan Nasional," papar Risnawati.
Sebagai informasi, Jaringan Informasi Kearsipan Nasional (JIKN) adalah sistem informasi yang menghubungkan semua lembaga kearsipan di Indonesia, baik pusat maupun daerah. Melalui JIKN, masyarakat dapat mengakses informasi arsip secara online dan mudah.
"Saya berharap arsip Covid-19 ini dapat menjadi sumber belajar bagi kita semua. Bagaimana kita bisa survive di tengah pandemi ini, bagaimana kita bisa saling membantu dan bersolidaritas, bagaimana kita bisa menjaga kesehatan dan keselamatan diri sendiri dan orang lain," pungkas Risnawati. (adv/azr/DPK Kaltim)
