Komisi IV DPRD Kaltim Soroti Pelaksanaan CSR Perusahaan Yang Tak Tepat Sasaran
SAMARINDA - Komisi IV DPRD Kalimantan Timur menyoroti sejumlah kejanggalan dalam pelaksanaan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) di beberapa perusahaan swasta yang beroperasi di wilayah Kaltim. Temuan ini mencuat setelah kunjungan kerja terbaru mereka ke sejumlah lokasi perusahaan.
Anggota Komisi IV, Agus Ridwan, mengungkapkan bahwa meski dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) perusahaan tampak lengkap dan mencantumkan program CSR di sektor pariwisata, pendidikan, dan infrastruktur, pelaksanaan di lapangan belum mencerminkan kepedulian nyata terhadap kebutuhan masyarakat sekitar.
"Dokumennya terlihat rapi. Tapi ketika kami cek ke desa terdekat, pelayanan dari perusahaan belum terasa maksimal. Ada kontribusi, tapi belum representatif," ujar Agus.
Kawasan Ekologis Terabaikan
Selain ketidaksesuaian realisasi CSR, Komisi IV juga menyoroti minimnya perhatian terhadap kawasan ekologis penting. Salah satunya adalah Goa Sengege, kawasan karst yang dinilai sangat sensitif terhadap aktivitas industri.
"Wilayah ini unik dan sensitif. Perlu kajian dampak lingkungan yang lebih detail dibanding kawasan lain," tegas Agus.
Menurutnya, kawasan seperti ini seharusnya mendapat perhatian khusus dalam penyusunan AMDAL untuk mencegah kerusakan lingkungan yang lebih luas.
Tuntutan Roadmap dan Transparansi
Komisi IV juga mendesak perusahaan-perusahaan tersebut untuk segera menyusun dan mengungkapkan roadmap pelaksanaan CSR yang jelas, mencakup rencana jangka pendek, menengah, dan panjang. Agus menekankan bahwa aspek seperti perencanaan tenaga kerja, pelestarian lingkungan, hingga program penghijauan harus menjadi bagian dari strategi yang dapat diawasi publik.
"Transparansi itu penting. Apalagi banyak dari mereka baru aktif beroperasi satu tahun terakhir. Komitmen harus jelas sejak awal," tegasnya. (adv dprd kaltim)

Anggota Komisi IV Agus Ridwan. (IST)