KPU Samarinda Pilih Desa Pampang Venue Simulasi Pemungutan Dan Penghitungan Suara
SAMARINDA - Desa Budaya Pampang bakal jadi venue simulasi pemungutan dan penghitungan suara. Kenapa di sana?
Simulasi pemungutan dan penghitungan suara sebagai bentuk sarana dan pelatihan bagi penyelengara kecamatan dan kelurahan. Komisioner Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU Samarinda, Arif Rakhman mengungkapkan alasan memilih Desa Pampang.
Desa Pampang adalah salah satu daerah yang dikenal sebagai kelurahan berbasis budaya, sehingga hal ini memberikan nilai lebih pada pelaksanaan simulasi.
Tidak hanya melibatkan masyarakat dalam proses teknis pemilu, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kearifan lokal.
"Kami ingin masyarakat di Kelurahan Pampang tahu bahwa KPU hadir di sana, di kelurahan yang dikenal dengan warisan budaya," ucapnya.
Simulasi pemungutan suara di Desa pampang juga sebagai bentuk penghargaan KPU Samarinda terhadap keberagaman budaya dan nilai-nilai. Sebagai persiapan simulasi pemungutan suara ini, KPU Samarinda sudah berkoordinasi dengan panitian pemungutan suara (PPS) dan panitia pemilihan kecamatan (PPK) setempat.
"Kami mengalihkan simulasi dari Samarinda kota ke daerah utara, tepatnya di Kelurahan Pampang ini juga bagian dari upaya pemerataan," katanya.
"Simulasi sebelumnya pernah kami laksanakan di UINSI, dan kini kami memutuskan untuk sedikit bergeser ke utara agar masyarakat di wilayah yang berbeda juga merasakan langsung proses simulasi pemilu," ungkapnya.
Lebih lanjut Arif mengatakan, simulasi ini direncanakan akan dilaksanakan di TPS 2 Kelurahan Pampang dengan melibatkan masyarakat yang terdaftar dalam DPT sebagai peserta.
Pihaknya berharap masyarakat Desa Pampang dapat berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan ini.
"Kami akan mengundang warga yang sesuai dengan DPT di Pampang untuk ikut dalam simulasi ini. KAmi berharap mereka yang hadir dapat memahami dan menyebarkan informasi kepada yang lain tentang pentingnya berpartisipasi dalam pemilu," jelasnya.
Simulasi ini bukan hanya ajang latihan bagi kami sebagai penyelenggara, tetapi juga sarana bagi masyarakat untuk mengetahui bagaimana proses pemilu sebenarnya berlangsung. (adv)
