KPU Samarinda Simulasi Pemungutan Satu Paslon
SAMARINDA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Samarinda menggelar simulasi pemungutan dan perhitungan suara untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Samarinda yang tahun ini hanya diikuti oleh satu pasangan calon (paslon).
Dia menekankan pentingnya simulasi ini untuk memperkuat peran dan pengetahuan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), pengawas tempat pemungutan suara (TPS), dan saksi.
Lanjut dia, simulasi ini juga bertujuan memperkuat peran pemantau pemilu, selain peran KPPS, pengawas, dan para saksi.
Arif menjelaskan, tugas pemantau pilkada adalah memantau pelaksanaan tahapan penyelenggaraan pilkada di masing-masing TPS, termasuk prosedur pemungutan suara, hasil rekapitulasi suara, serta mencatat temuan dugaan kecurangan seperti politik uang dan intimidasi kepada pemilih.
"Jika ada pemantau pemilu yang terdaftar di KPU Samarinda, maka pemantau tersebut bisa melakukan pemantauan langsung di TPS-TPS yang ada di kota Samarinda, khususnya untuk pemilihan Wali Kota Samarinda," tambah Arif.
Ia juga memaparkan perbedaan posisi tempat KPPS dalam simulasi ini. KPPS 4 dan 5 berada di depan, kemudian KPPS 1, 2, dan 3 melakukan pencatatan terhadap nama-nama di surat suara, yang nantinya melakukan pemanggilan pemilih.
"KPPS 6 mengarahkan pemilih untuk memasukkan surat suara pada tempatnya sesuai dengan pemilihan gubernur dan wakil gubernur serta wali kota dan wakil wali kota. KPPS 7 mengarahkan untuk memasukkan tangan ke dalam tinta sebagai bukti sudah menggunakan hak pilih," terang Arif. (adv)

Komisioner KPU Samarinda Arif Rakhman di Samarinda. (ist)