Mekanisasi Pertanian, Jadi Kunci Capai LTT Di Kukar
TENGGARONG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) ditetapkan sebagai salah satu kawasan optimalisasi lahan (oplah) oleh pemerintah pusat. Menjadi daerah yang digenjot untuk meningkatkan produktivitas pertaniannya.
Mendukung program tersebut, Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar terus menambah jumlah Luas Tambah Tanam (LTT), sesuai target yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.
Tidak selalu berjalan mulus, Distanak pun menyebut ada sejumlah tantangan yang dihadapi oleh Pemkab Kukar. Yakni cuaca yang tidak menentu dan jumlah ketersediaan butuh tanam di Kukar.
Cuaca yang tidak menentu, kadang sawah yang sudah dalam proses penanaman, terpaksa banjir karena intensitas hujan yang tinggi. Ditambah jumlah buruh tanam di Kukar yang cenderung sedikit. Sehingga ketika memasuki masa tanam, masing-masing poktan yang menunggu giliran.
Salah satu yang coba dilakukan Distanak Kukar, yakni dengan mengubah pola pertanian tradisional menjadi pertanian modern. Dengan memanfaatkan mekanisasi pertanian, bahkan dukungan dari pemerintah pun sudah berjalan.
"Pemecahan masalah yang coba disiapkan dengan teknologi, alsintan untuk percepatan tanam ini," jelas Kepala Distanak Kukar, Muhammad Taufik.
Dari data yang dipaparkan, Pemkab Kukar mendapatkan jatah LTT sepanjang 2025 seluas 23 ribu hektare. Taugik pun optimis angka tersebut bisa dicapai. Mengingat hingga 23 Mei 2025 saja, tercatat sudah 1.707,5 hektare LTT yang dicapai. Dari target 3.113 hektare, dengan capaian realisasi sebesar 54,85 persen atau masuk dalam kategori kuning. (ADV KMF KUKAR)

Kawasan pertanian di Kukar. (Istimewa)