Sekkab Kukar, Sunggono.

Menjemput Harapan Dari Kampus, Kukar Siapkan Beasiswa Demi Penuhi Dokter Spesialis

TENGGARONG - Di balik megahnya gedung RSUD AM Parikesit dan geliat pelayanan kesehatan di Kutai Kartanegara (Kukar), tersimpan satu tantangan krusial: kekurangan dokter spesialis. Bukan hal baru memang, tapi Pemkab Kukar kini punya strategi berbeda—lebih taktis dan menyentuh langsung akar permasalahan.

Adalah program Beasiswa On Going, yang menyasar mahasiswa tingkat akhir jurusan kedokteran. Bukan hanya janji, ini menjadi solusi konkret dari Pemerintah Kabupaten Kukar untuk mengisi kekosongan dokter spesialis di rumah sakit daerah.

"Mahasiswa tingkat akhir yang sedang kuliah dan bingung ke mana setelah lulus, Kukar siap menampung. Kita biayai sampai selesai, asal siap mengabdi setelahnya," ujar Sekretaris Kabupaten Kukar, Sunggono.

Beasiswa ini bersifat timbal balik: biaya kuliah ditanggung hingga lulus, dan sebagai gantinya, sang penerima wajib mengabdi di rumah sakit daerah Kukar. Sebuah ikatan saling menguntungkan antara pemerintah daerah dan generasi muda calon penyelamat nyawa.

Program ini menyasar universitas-universitas ternama, seperti Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Gadjah Mada (UGM), hingga Universitas Hasanuddin (Unhas). Bahkan, komunikasi juga dijalin dengan Universitas Brawijaya dan Universitas Islam Indonesia (UII).

Sunggono menyebut, di Undip, pihaknya justru ditawari untuk beraudiensi lebih jauh. Respons ini menjadi angin segar bagi Pemkab Kukar yang memang sedang berpacu dengan waktu untuk memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan spesialis.

Sesuai data analisis kebutuhan tenaga medis, Kukar masih kekurangan sekitar 35 dokter spesialis. Mereka dibutuhkan di empat rumah sakit daerah, yakni RSUD AM Parikesit, RSUD Dayaku Raja, RSUD Aji Batara Agung Dewa Sakti, dan RSUD Muara Badak.

"Sudah ada MoU dengan Undip, UGM, dan Unhas. Selanjutnya, kami jajaki kerja sama dengan Airlangga dan UI, yang memang menyatakan minatnya," tambah Sunggono.

Langkah ini merupakan pelengkap dari program Beasiswa Tuntas yang lebih dulu dijalankan Pemkab Kukar. Jika Beasiswa Tuntas menyasar mahasiswa dari awal perkuliahan, maka Beasiswa On Going hadir sebagai jembatan akhir menuju kepastian kontribusi setelah lulus.

Kini, Kukar tak hanya menanti datangnya dokter, tapi juga menjemput mereka dari kampus-kampus terbaik di negeri ini, demi masa depan layanan kesehatan yang lebih merata dan berkualitas. (ADV KMF KUKAR)

Share: