Pelestarian Naskah Kuno Juga Butuh Dukungan Masyarakat
POJOKALTIM.CO.ID, SAMARINDA - Kompleksitas proses pemeliharaan dan rekam cetak naskah kuno yang memerlukan waktu yang tidak sebentar, harus dipahami masyarakat. Hal itu disampaikan Kepala Bidang Deposit, Pelestarian, Pengembangan Koleksi, dan Pengembangan Pengolahan Buku di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kalimantan Timur, Endang Effendi.
Dia menceritakan, dalam setahun, petugas foto hanya dapat menangani 9 buku. Sehari-harinya, petugas melakukan alih media naskah dengan maksimal 100 lembar.
"Proses alih media naskah kuno membutuhkan peralatan dan sumber daya yang memadai, mengingat masih banyaknya naskah kuno di daerah yang akan melalui proses alih media," ungkapnya.
Endang menegaskan, proses alih media naskah kuno bukan hanya sekadar tugas rutin, tetapi juga bagian dari upaya pemeliharaan dan pelestarian budaya Kaltim.
"Melalui sejarah yang terawat, masyarakat dapat meningkatkan literasi budayanya dan mengenal kisah Kaltim melalui peninggalan yang memiliki nilai sejarah yang tak ternilai," ucapnya.
Saat ini, DPK Kaltim memiliki koleksi naskah kuno dari Kesultanan Gunung Tabur dan Kesultanan Sambaliung.
Endang pun menyatakan, pihaknya terus berkomitmen untuk menjaga pelestarian dan perawatan naskah kuno sebagai bagian penting dari warisan budaya, memberikan warisan yang berharga bagi masa depan anak-anak bangsa.
Dalam menghadapi tantangan pemeliharaan naskah kuno, DPK Kaltim mengundang partisipasi masyarakat dalam mendukung upaya pelestarian ini.
"Pemahaman dan dukungan dari masyarakat tentu merupakan hal yang krusial untuk melestarikan kekayaan budaya yang terkandung dalam naskah-naskah kuno Kaltim," pungkasnya. (adv/azr/DPK Kaltim)
