Petani Kukar Mulai Gunakan Drone Untuk Tabur Benih Padi
TENGGARONG - Mekanisasi pertanian di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus dikembangkan oleh Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar untuk meningkatkan efisiensi kerja dan hasil panen petani. Salah satu inovasi terbaru yang mulai diterapkan adalah penggunaan drone untuk menyemai atau menabur benih padi.
Kepala Distanak Kukar, Muhammad Taufik, mengatakan bahwa teknologi ini sudah mulai dimanfaatkan di dua wilayah, yakni Kelurahan Bukit Biru dan Kecamatan Anggana. Sebelumnya, drone hanya digunakan untuk penyemprotan dan pemupukan. Namun kini, kemampuannya dikembangkan untuk penaburan benih padi di lahan pertanian.
"Ini adalah strategi untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja tani, sekaligus meningkatkan efisiensi waktu dan tenaga di lapangan," ujar Taufik.
Taufik menjelaskan, penerapan teknologi drone di Anggana merupakan hasil kolaborasi Distanak dengan Bank Indonesia (BI) sejak 2024. Sedangkan di Bukit Biru, tahap pengembangan menuju penggunaan drone untuk tabur benih akan segera dilakukan.
Agar pemanfaatan drone lebih maksimal, alat tersebut akan dikelola oleh Unit Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) yang dibentuk dan berada di bawah naungan kelompok tani (poktan). "Dengan begitu, alat bisa digunakan lintas kelompok secara efisien," tambahnya.
Sementara untuk operasionalnya, Distanak Kukar melibatkan petani milenial yang telah dilatih secara khusus oleh penyedia teknologi. Operator drone ini ditunjuk langsung oleh gabungan kelompok tani (gapoktan), dan dibimbing untuk memastikan penggunaan alat berjalan optimal dan tepat guna.
"Di Bukit Biru dan Anggana, operatornya sudah terbentuk dan siap menjalankan fungsinya," tutup Taufik.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang Pemkab Kukar untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendorong regenerasi petani melalui pemanfaatan teknologi modern. (ADV KMF KUKAR)

Kepala Distanak Kukar, MuhammadTaufik.