Rano Karno Usulkan Rekrutmen ASN PPPK Formasi Tenaga Perpustakaan
POJOKALTIM.CO.ID, JAKARTA - Minimnya jumlah pegawai Pustakawan secara nasional mendapat sorotan dari Anggota Komisi X DPR RI Rano Karno, hingga ia dorong pemerintah untuk mengadakan rekrutmen ASN PPPK dengan formasi tenaga perpustakaan.
Anggota Komisi X DPR RI Rano Karno yang juga merupakan aktor itu, dorong pemerintah untuk membuka rekrutmen ASN PPPK dengan formasi tenaga perpustakaan pada pengadaan Aparatur Sipil Negara tahun 2023 ini.
Rekrutmen ASN PPPK formasi tenaga perpustakaan menurut Rano Karno, menjadi krusial di tengah keprihatinan literasi masyarakat Indonesia yang masih rendah.
Artis yang terkenal sebagai Pemeran Si Doel Anak Sekolahan itu menyebutkan, skor kemampuan membaca anak Indonesia berada dalam urutan 6 terbawah dari 80 negara.
Skor kemampuan membaca tersebut, berdasarkan survei yang diadakan oleh Programme for International Student Assessment atau PISA pada tahun 2018.
Kemampuan membaca siswa Indonesia berada pada skor 371, sementara rata-rata skor negara OECD atau Organization of Economic Co-operation and Development adalah 487.
Sebuah perpustakaan tidak mungkin berjalan tanpa disiplin ilmu perpustakaan, untuk itu rekrutmen ASN PPPK dengan formasi tenaga perpustakaan sangat diperlukan.
Hal tersebut diungkap Rano Karno usai Kunjungan Kerja Panja Peningkatan Literasi dan Tenaga Perpustakaan atau PLTP Komisi X DPR RI ke Gedung Perpustakaan Umum Saija Adinda, di Jl. Rt Hardiwinangun, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, pada Kamis, 6 April 2023.
Terdapat tiga komponen yang diperlukan untuk meningkatkan literasi menurut Rano Karno yakni aktor, kultur dan infrastruktur.
Rano Karno menerangkan bahwa, aktor dalam hal ini adalah Pustakawan yang memiliki kompetensi dalam mengelola perpustakaan.
"Bagaimana mungkin bisa meningkatkan literasi, jika perpustakaan tidak dikelola oleh pustakawan," beber artis yang juga Politisi dari Fraksi PDI Perjuangan ini.
Dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi X bersama Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando, Rano Karno mengungkapkan, Indonesia saat ini masih kekurangan jumlah Pustakawan yakni sebanyak 439.680 orang.
Jumlah tenaga Pustakawan tersebut meliputi semua jenis perpustakaan di Indonesia, baik perpustakaan umum, khusus, sekolah negeri dan swasta, hingga di tingkat perguruan tinggi.
Oleh karena itu, Rano Karno mengusulkan pemerintah harus segera mengambil langkah strategis melalui kebijakan rekrutasi dan sistem pembinaan pustakawan yang terstruktur atau rekrutmen ASN PPPK formasi Tenaga Perpustakaan.
Hal tersebut agar keberadaan perpustakaan sebagai jantung pendidikan masyarakat dapat sinergis dengan tantangan dan perkembangan tuntutan di era digital teknologi global saat ini yang semakin berkembang pesat.
Pada sisi lain, sumber daya Pustakawan saat ini rata-rata berada di atas usia 50 tahun dan banyak yang akan memasuki masa pensiun sehingga perlu untuk dilakukan regenerasi.
Rano juga menyarankan, agar kelembagaan perpustakaan jangan digabung dengan kearsipan, karena hal tersebut berasal dari dua disiplin ilmu yang berbeda.
Sebagai Anggota Komisi X DPR RI Rano Karno juga mengemukakan beberapa hal terkait literasi dan perpustakaan diantaranya yakni:
1. Tersedianya akses internet untuk publik.
2. Bantuan untuk pengembangan literasi digital.
3. Pengembangan serta pelatihan bagi tenaga perpustakaan.
4. Pentingnya kolaborasi antara perpustakaan, lembaga pendidikan dan perusahaan.
Untuk itu, rekrutmen PPPK dengan formasi tenaga Perpustakaan pada pengadaan atau seleksi ASN tahun 2023 sangat diperlukan, guna meningkatkan literasi masyarakat Indonesia. (adv)
