TAMASYA Resmi Hadir Di Kutim, DPRD Kaltim Dukung Penguatan Pengasuhan Anak

MUARA WAHAU - Program nasional Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) resmi diluncurkan di Muara Wahau, Kutai Timur (Kutim), di tengah kawasan perkebunan kelapa sawit milik PT Dharma Satya Nusantara (DSN). Program ini hadir sebagai bentuk dukungan nyata terhadap kebutuhan pengasuhan anak, khususnya bagi para ibu yang bekerja di sektor industri dan perkebunan.

Anggota DPRD Kalimantan Timur, Sulasih, turut hadir dalam kegiatan peluncuran tersebut. Ia menyampaikan dukungan penuhnya terhadap inisiatif yang diusung oleh Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga) bersama BKKBN RI.

"Saya secara pribadi maupun sebagai Anggota DPRD Kaltim, sangat mendukung kegiatan ini. Melalui TAMASYA, ibu-ibu yang bekerja tetap bisa memberdayakan keluarganya dan mewujudkan keluarga sejahtera," ujar Sulasih.

Program TAMASYA dirancang dengan pendekatan holistik. Ada empat layanan unggulan yang menjadi fokus utama:

1. Peningkatan kompetensi pengasuh Tempat Penitipan Anak (TPA),

2. Pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala,

3. Pelibatan aktif orang tua dalam proses pengasuhan, dan

4. Penyediaan layanan rujukan bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus.

Namun demikian, keberlanjutan program ini sangat bergantung pada keterlibatan berbagai pihak. Masyarakat, tokoh lokal, hingga pemerintah daerah diimbau untuk memberikan dukungan, baik dalam bentuk kebijakan berpihak, alokasi anggaran, maupun komitmen jangka panjang.

TAMASYA bukan sekadar program pusat, melainkan gerakan kolektif. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan tumbuh kembang anak yang aman, nyaman, dan mendukung potensi mereka secara maksimal.

Dengan hadirnya TAMASYA di Kutai Timur, harapan akan lahirnya generasi yang sehat, kuat, dan sejahtera kini semakin nyata. Di tengah hamparan sawit, suara masa depan mulai menggema. (adv dprd kaltim)

Share: