Layanan Sekolah Inklusi Khusus Difabel Harus Ditingkatkan

TANJUNG SELOR - Layanan untuk anak berkebutuhan khusus (ABK) di sekolah inklusi perlu ditingkatkan untuk mencegah ABK putus sekolah.

Bupati Bulungan, Syarwani mengatakan, berdasarkan data kurang lebih ada 500 ABK di Bulungan. Dari jumlah itu, 200 anak memiliki kekurangan fisik.

"Ada yang membutuhkan tongkat. Ada yang membutuhkan kursi roda dan lainnya," kata Syarwani, Selasa (3/12).

Karena itu, diperlukan adanya kerja sama dan kolaborasi bersama. Hal ini menjadi PR untuk untuk dituntaskan kedepan.

"Kita harus memastikan semua anak mendapatkan pendidikan. Tidak boleh ada yang putus sekolah. Meskipun berkebutuhan khusus," tegasnya.

Seperti diketahui pendidikan inklusi adalah layanan pendidikan yang mengatur agar anak didik berkebutuhan khusus dapat dilayani di sekolah terdekat.

Di kelas atau sekolah reguler bersama-sama teman sebayanya. Sekolah inklusi tidak harus mengkhususkan kelas anak-anak difabel."Peningkatan kualitas pendidikan inklusi bukan upaya yang mudah. Karena itu, diperlukan kolaborasi bersama," pungkasnya. (adv)

Share: