Pemkab Bulungan Tingkatkan Produksi Padi Gunung Di 9 Kecamatan
BULUNGAN - Lima varietas unggul padi gunung disiapkan Pemkab Bulungan. Guna pengembangannya, pemkab menyediakan lahan 3.884 Ha yang tersebar di 9 kecamatan. Program ini dijalankan tahun ini melalui Dinas Pertanian (Disperta) Bulungan.
Kepala Disperta Bulungan Kristiyanto menjelaskan potensi padi gunung atau padi yang ditanam pada lahan-lahan kering milik petani, oleh pemerintah akan dibantu benih yang telah di sertifikasi pemerintah daerah.Lima varietas padi dimaksud adalah, Padi Poi, Padi Riau, Padi Ekor Payau, Padi Ikan Sei Kayan dan Padi Miaw.
"Benihnya pada tahap awal ini akan dibantu oleh pemerintah. Karena 5 varietas yang akan dikembangkan ini, telah dilakukan sertifikasi terlebih dulu," terangnya.
Lanjutnya, padi gunung atau lebih akrab disebut oleh masyarakat lokal dengan sebutan padi ladang, sudah sejak lama dikembangkan masyarakat secara turun temurun. Saat ini, padi gunung yang telah memasuki masa panen yakni Padi Gogo.
Padi Gogo tersebar luas di 4 kecamatan yakni Kecamatan Tanjung Palas, Tanjung Palas Barat, Peso Hilir dan Peso. Adapula beberapa kawasan di Sekatak, turut mengembangkan padi jenis ini. Kendati jumlah produksinya belum begitu tinggi, pangsa pasar padi lokal asli Bulungan ini, masih sebatas menjadi konsumsi masyarakat lokal.
"Pemasarannya masih seputar di Kabupaten Bulungan dan Kota Tarakan. Walaupun permintaan padi gogo ini cukup tinggi," kata Kristiyanto
Harga padi lokal jenis Gogo saat ini menyentuh angka Rp 10 ribu per kilogram. Sementara padi jenis Gogo yang telah diolah menjadi beras, nilai di pasaran menyentuh angka Rp 20 ribu per kilogram.
Sambutan masyarakat lokal terhadap padi gunung jenis gogo sangat tinggi. Disperta Bulungan kemudian optimis, pengembangan 5 varietas padi gunung yang sedang dipersiapkan, akan mengikuti popularitas yang dimiliki padi gogo.
Selain kualitas dan memiliki aroma khas, dikatakan Kristiyanto, padi gunung memiliki perbedaan signifikan dengan padi sawah. Jika siklus panen padi sawah bisa dua kali dalam satu tahun, padi gunung hanya bisa panen maksimal satu kali dalam setahun.
Perbedaan itupula yang menyebabkan padi lokal seperti padi gogo, tidak begitu sering bisa ditemui di pasaran. (adv dkip bulungan)
