Tarikan Motormu Mulai Loyo? Cek 3 Komponen CVT Ini
POJOKALTIM.CO.ID, SAMARINDA - Salah satu alasan motor matic nyaman dipakai adalah sistem CVT (Continuously Variable Transmission). Tinggal gas, motor langsung jalan tanpa perlu repot oper gigi.
Tapi jangan salah. Di balik kenyamanan itu, ada beberapa komponen CVT yang terus bekerja setiap kali motor digunakan.
Kalau mulai aus dan tidak segera diperiksa, efeknya bisa terasa dari tarikan yang kurang responsif sampai motor terasa nggak enak diajak jalan.
Menurut Ignatius Nindyatama, Technical Service Manager Astra Motor Kalimantan Timur 2, kondisi CVT perlu diperhatikan karena komponen di dalamnya bekerja dengan gesekan dan beban yang terus berubah.
"CVT memiliki beberapa komponen yang bekerja secara bersamaan untuk menyalurkan tenaga mesin ke roda. Karena itu, pemeriksaan secara berkala penting dilakukan agar keausan komponen bisa diketahui lebih awal dan performa motor tetap optimal," katanya.
1. Drive Belt
Drive belt bisa dibilang salah satu komponen penting dalam CVT. Tugasnya meneruskan tenaga mesin menuju roda belakang.
Karena terus bekerja dengan gesekan dan tegangan, drive belt bisa mengalami keausan.
Tanda-tandanya? Tarikan mulai terasa kurang responsif, muncul bunyi berdecit saat berakselerasi, atau secara visual belt terlihat retak dan terkikis.
Kalau sudah menunjukkan kondisi tersebut, jangan tunggu sampai rusak lebih parah. Penggantian drive belt dilakukan sesuai kondisi dan jadwal perawatan motor.
2. Roller
Komponen kecil ini punya tugas mengatur perubahan rasio pada CVT.
Kalau roller mulai aus, efeknya bisa terasa saat motor diajak berakselerasi. Tarikan awal bisa terasa lebih berat dan muncul suara yang tidak biasa dari area CVT.
Roller yang permukaannya sudah tidak rata juga sebaiknya diperiksa dan diganti sesuai rekomendasi teknisi.
3. Kampas Kopling
Kampas kopling atau kampas ganda bertugas menyalurkan tenaga mesin ke roda belakang. Kalau kondisinya mulai aus, biasanya ada gejala yang cukup gampang dirasakan. Mesin terdengar meraung, tapi laju motor terasa nggak sebanding.
Nah, kalau sudah seperti ini, bagian kopling perlu segera diperiksa. Ignatius menambahkan, kebiasaan berkendara juga bisa memengaruhi usia komponen CVT.
"Pengendara sebaiknya menghindari kebiasaan menahan motor di tanjakan menggunakan gas. Gunakan rem untuk menahan motor, karena kebiasaan tersebut dapat membuat komponen CVT bekerja lebih berat," terang Ignatius.
Biar CVT Nggak Cepat "Capek"
Merawat CVT sebenarnya nggak ribet. Hindari kebiasaan menahan motor dengan gas saat berhenti di tanjakan, lakukan servis berkala, dan jangan abaikan suara atau perubahan tarikan yang terasa berbeda.
Motor yang sering melewati jalanan berdebu atau basah juga perlu mendapatkan perhatian lebih karena kotoran dan air dapat memengaruhi kondisi area CVT.
Pemeriksaan rutin di AHASS bisa menjadi pilihan untuk memastikan kondisi drive belt, roller, kampas kopling, dan komponen CVT lainnya tetap sesuai standar.
"Jadi, kalau motor matic mulai terasa berat, berisik, atau tarikan nggak lagi senyaman biasanya, jangan langsung bilang mesinnya bermasalah. Coba cek CVT-nya. Bisa jadi ada komponen yang sudah waktunya diperhatikan," tutup Ignatius. (azr)
