Beasiswa Dan Pupuk Dikeluhkan Warga Ke Kaubun Ke Agus Aras
POJOKALTIM, KUTIM - Reses masa sidang ke III sudah dimulai, Anggota DPRD Kaltim Agus Aras mengawalinya dengan berkunjung Kecamatan Kaubun, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), tepatnya di Desa Cipta Graha.
Dihadiri masyarakat beberapa Rukun Tetangga (RT) dan kepala desa, berbagi keluhan dan aspirasi disampaikan langsung kepada Agus Aras saat menggelar rases tersebut. Dalam sambutanya, Agus Aras menegaskan jika reses merupakan sebuah perintah undang-undang yang wajib dilaksanakan oleh masing-masing anggota dewan di daerah pemilihan (dapil).
"Kami hadir ditengah-tengah masyarakat sesuai dengan perintah undang-undang untuk menyerap langsung aspirasi, masukan ataupun keluhan yang disampaikan kepada DPRD yang nantinya akan kami bahas di legislatif," ucapnya.
"Begitu pun saya, yang saat ini berada di dapil Bontang, Kutim dan Berau wajib bagi saya untuk menyerap aspirasi langsung dari masyarakat," sambungnya.
Terkait asprirasi yang disampaikan, cara mendapatkan beasiswa dan ketersedian pupuk di sektor perkebunan menjadi beberapa keluhan yang disampikan langsung kepada dirinya. Seperti beasiswa yang saat ini masih menjadi salah satu program unggulan dari Pemprov Kaltim.
"Pemprov bersama dengan DPRD setiap tahun mengalokasikan anggaran untuk beasiswa Kaltim Tuntas, dengan tujuan sebagai bentuk tanggung jawab dari pemerintah untuk mencerdaskan anak-anak sekolah demi meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM)," sebutnya.
Sementara itu, Suwanto salah satu warga Cipta Graha dikesempatan reses tersebut menyampaikan keluhan terkait minimnya bantuan papuk bagi para petani. Pasalnya masyarakat yabg matoritas petani perkebunan mengaku sangat kesulitan mendapatkan pasokan pupuk untuk menunjang sektor pertanian yang saat ini sedang mereka kerjakan.
"Terkait permasalah pupuk, kita mengalami kesulitan untuk mendapatkannya," ucapnya.
Keluhan itu direspons oleh Agus Aras, ia mengatakan bahwa hingga kini, pemerintah masih memiliki program di sektor pertanin yakni bantuan pupuk dan bibit. Untuk usulan terkait perlunya regulasi baru atau kestaraan antar pertanian dan perkebunan tentang permasalahan bantuan dan ketersedian pupuk, dirinya menyebut akan mendalami dan berkoordinasi dengan komisi yang membidangi sektor tersebut di DPRD.
"Semua usulan yang disampaikan akan saya sampikan melalui fraksi yang kemudian aka dilaporkan dalam sidang laporan hasil reses untuk ditindaklajuti," pungkasnya. (adv/DPRD Kaltim)

Agus Aras menyerap aspirasi warga Kaubun, Kutim