Faisal Kembali Terpilih, Perisai Diri Kaltim Gelar Musprov VI Di Samarinda
SAMARINDA - Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri (PD) Provinsi Kalimantan Timur menggelar Musyawarah Provinsi (Musprov) ke-VI pada Minggu, 8 Juni, bertempat di Ruang WIEK, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim.
Acara ini dihadiri Ketua Perisai Diri Kaltim yang juga menjabat sebagai Kepala Diskominfo Kaltim, Muhammad Faisal, bersama seluruh pengurus cabang dari kabupaten/kota se-Kaltim.
Musprov ke-VI menjadi momentum penting untuk konsolidasi organisasi, regenerasi kepengurusan, serta penegasan misi pelestarian teknik-teknik asli Perisai Diri yang merupakan bagian dari warisan budaya bangsa.
Dewan Pendekar Perisai Diri Kaltim, Kasian, yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Teknik di Pengurus Pusat, menekankan pentingnya menjaga kemurnian teknik Perisai Diri agar tidak tercampur dengan aliran lain.
"Perisai Diri memiliki ciri khas teknik yang unik. Kita perlu memiliki laboratorium teknik sebagai pusat dokumentasi dan pelatihan dari A sampai Z, agar keaslian gerakan tetap terjaga dan tidak punah atau rancu antar daerah," ujar Kasian.
Ia juga mengusulkan terobosan untuk menjadikan pencak silat aliran bebas tanpa body contact sebagai proyek percontohan silat Indonesia, yang menekankan teknik tinggi dan estetika gerakan tanpa sentuhan fisik langsung.
Kasian turut mengingatkan pentingnya menjaga adab serta semangat kekeluargaan antar anggota, sekaligus menghindari potensi gesekan internal.
Dalam laporan pertanggungjawabannya, Muhammad Faisal menyatakan rasa bangganya memimpin organisasi meski bukan seorang pendekar.
"Saya bukan pendekar, tapi jiwa petarung melekat dalam diri saya. Tiga hal utama dalam pencak silat: sebagai olahraga prestasi, unsur bela diri, dan unsur budaya. Ketiganya harus terus kita jaga," tegas Faisal.
Rapat Musprov ini menghasilkan keputusan bahwa Muhammad Faisal kembali terpilih untuk memimpin Perisai Diri Kaltim periode 2025-2029.
Musprov VI ini diharapkan mampu melahirkan kepemimpinan yang progresif dan membawa organisasi menuju masa depan yang lebih solid, berprestasi, dan tetap berakar kuat pada nilai-nilai luhur budaya bangsa. (adv diskominfo kaltim)
