• index
  • Pojok Utama
  • Gubernur Harum Dorong Sinergi Puskesmas Dan PKK Tangani Stunting Di Kaltim

Gubernur Harum Dorong Sinergi Puskesmas Dan PKK Tangani Stunting Di Kaltim

SAMARINDA - Masalah stunting masih menjadi tantangan krusial di Kalimantan Timur. Untuk itu, Gubernur Kaltim Dr. H. Rudy Mas'ud (Harum) menegaskan pentingnya peningkatan sinergi antara Puskesmas dan Tim Penggerak PKK dalam percepatan penanganan stunting.

"Masalah stunting ini kita gak bisa jalan sendiri-sendiri, Pak Kusnadi," ujar Gubernur Harum saat menerima audiensi Ketua Umum DPP Apkesmi (Akselerasi Puskesmas Indonesia), Kusnadi, di ruang kerjanya, belum lama ini.

Menurut Harum, keberhasilan program penurunan stunting memerlukan kerja kolaboratif. Puskesmas, sebagai ujung tombak layanan kesehatan, dinilai perlu bermitra erat dengan PKK yang memiliki jaringan luas hingga ke tingkat dasawisma.

"PKK itu punya kader sampai ke desa, bahkan RT. Mereka tidak terikat jam kerja dan selalu siap digerakkan," jelasnya.

Pendekatan Komprehensif

Gubernur menekankan bahwa stunting bukan semata masalah gizi, tetapi juga melibatkan aspek sanitasi, edukasi, dan pola asuh. Di sinilah PKK memiliki peran strategis untuk membantu edukasi keluarga, pendampingan ibu hamil, serta pemantauan tumbuh kembang anak.

"PKK bisa jadi perpanjangan tangan Puskesmas dalam menyosialisasikan gizi seimbang dan sanitasi lingkungan," tambahnya.

Integrasi Program Puskesmas-PKK

Ke depan, Harum berharap setiap Puskesmas memiliki program kerja yang terintegrasi dengan kegiatan PKK, terutama dalam:Pendataan keluarga berisiko stunting, Pemberian makanan tambahan,Fasilitasi layanan kesehatan masyarakat.

"Peran aktif PKK dan Puskesmas sangat penting dalam deteksi dini, intervensi gizi, serta edukasi menyeluruh," tutup Harum. (adv diskominfo kaltim)

Share: