ilustrasi panas ekstrim. (pexels.com)

Hufftt…Suhu Kian Panas, Apa Yang Harus Kita Lakukan?

GENDERANG PERANG terhadap isu perubahan iklim terus ditabuh. Seiring pertambahan penduduk dunia, tentu berpengaruh dan memengaruhi ekosistem iklim sekitar. Tantangan yang dihadapi masyarakat dunia saat ini adalah bagaimana menciptakan, mengondisikan, dan membuat kebijakan melalui tangan pemerintah agar laju pertumbuhan jumlah penduduk dengan segala kebutuhannya, tetap bisa ramah terhadap lingkungan.

Dilaporkan, pada 2023 tercatat sebagai tahun terpanas sepanjang perjalanan sejarah manusia. Peningkatan suhu bumi saat ini hamper melewati ambang batas kritis 1,5 derajat Celcius di atas suhu era pra-industri. Angka tersebut merupakan ambang batas kenaikan suhu rata-rata permukaan bumi yang disepakati secara global oleh para ilmuwan.

Perubahan iklim tentu membawa dampak negatif. Seperti menciptakan gelombang panas ekstrim, kekeringan, kebakaran hutan, permukaan air laut yang terus naik, hingga kepunahan satwa liar. 


PRODUK KESEHARIAN RAMAH LINGKUNGAN

Maka, isu pengurangan emisi gas karbon terus digaungkan. Para produsen kini berlomba-lomba berkreasi, dan berinovasi menciptakan produk keseharian yang ramah lingkungan.

Penggunaan bahan alami dalam produk keseharian kian banyak bermunculan. Seperti penggunaan bahan kain guna ulang untuk produk penghapus make up, cutton pad, sapu tangan. 

Kemudian penggunaan biji lerak sebagai bahan pembersih alami. Bahan ini dapat digunakan sebagai pengganti deterjen. Penggunaan beeswax wrap, tote bags, spons berbahan sabut kelapa, serta popok kain bisa dipilih guna menjaga kelestarian lingkungan. Sebab, bahan-bahan yang digunakan berasal dari alam. 


Produk hasil recycle ini membantu kita mengurangi penggunaan bahan baru. (pexels.com)


TEKNOLOGI RAMAH LINGKUNGAN

Kemajuan zaman kini tak terelakkan. Kehidupan praktis menjadi tuntutan setiap orang di era modern. Tentu, jika bicara kepraktisan, maka tak lepas dari sesuatu yang disebut teknologi.

Teknologi sejatinya sangat memudahkan orang dalam menunjang aktivitasnya sehari-hari. Namun, kemajuan teknologi malah menjadi bumerang. Menjadi "musuh" bagi keberlangsungan iklim.

Seiring waktu, penggunaan teknologi kini pun diarahkan untuk ramah lingkungan. Maka, penerapan teknologi bersahabat dengan lingkungan dewasa ini kian pesat.  

Contoh aplikasi teknologi ramah lingkungan dalam bidang energi adalah penggunaan bahan bakar dari tumbuhan (biofuel), gas dari tumbuhan (biogas),sel surya (solar cell), pembangkit listrik tenaga air (hydropower), pembangkit listrik tenaga pasang surut air laut dan ombak (ocean power), pembangkit listrik tenaga angin (wind power), geotermal, fuel cell dan hydrogen power.


Ketersediaan angin sangat melimpah. Pembangkit jenis ini bisa menghasilkan energi listrik tak terbatas. (pexels.com)



TEKNOLOGI TRANSPORTASI RAMAH LINGKUNGAN

Jumlah populasi dunia saat ini mencapai 8,2 miliar orang. Tingkat pertumbuhan tahunan mencapai 0,853%. Dengan jumlah tersebut, tentu penggunaan produk keseharian sangat berpengaruh terhadap dampak iklim.

Mobilitas manusia yang meningkat, memerlukan sarana transportasi memadai. Celakanya, penggunaan moda transportasi berbahan fosil, turut meningkatkan emisi gas karbon.

Sebagai solusi, para ilmuwan telah menerapkan teknologi ramah lingkungan. Saat ini telah dikembangkan kendaraan massal maupun pribadi berbahan bakar hydrogen. Juga ada yang menggunakan tenaga solar cell, hingga penggerak dari tenaga listrik.


Mobil listrik kian dipilih warga dunia untuk keberlangsungan penggunaan bahan bakar nonfosil. (pexels.com)



PRODUK KECANTIKAN DAN KESEHATAN BERBAHAN ALAMI

Perawatan tubuh menjadi kebutuhan vital. Pemakaian bahan-bahan kimia, kini beranjak ditinggalkan. Ini seiring dengan kesadaran dan pengetahuan betapa penggunaan produk kecantikan dan kesehatan berbahan kimia memberikan dampak negatif bagi tubuh.

Produsen di seluruh dunia kini mulai meninggalkan bahan kimia dalam produknya. Pemilihan dan penggunaan bahan-bahan alami saat ini menjadi prioritas mereka. Terlebih, secara medis menyatakan penggunaan bahan alami sangat aman dan bermanfaat bila digunakan dalam masa berkepanjangan. Juga tidak memberikan efek ketergantungan.


Bahan alami dalam produk kecantikan dan kesehatan lebih aman dan bermanfaat. (pexels.com)



DESAIN BANGUNAN RAMAH LINGKUNGAN

Desain bangunan di era modern pun mengalami perubahan. Pemilihan bahan serta pengaturan tata letak rumah, kini sangat diperhatikan guna meminimalkan penggunaan listrik.

Membuat ceiling tinggi pada rumah maupun perkantoran kerap dipilih. Desain open space atau tanpa sekat, membuat banyak jendela, hingga pembuatan taman dalam ruangan, membuat sirkulasi udara di rumah lebih sejuk dan mendapatkan pencahayaan alami untuk seluruh ruangan. Dengan demikian, hal ini dapat mengurangi penggunaan peralatan elektronik yang tak hanya menghemat biaya pengeluaran, namun juga ramah lingkungan.

Bahkan, penggunaan air pun kini banyak mengandalkan dari hujan. Juga menggunakan kembali air yang sudah digunakan untuk keperluan lain. 



Penggunaan solar cell sebagai sumber listrik menekan biaya pengeluaran. Kehadiran taman dalam ruangan juga membuat sirkulasi udara menjadi lancara dan suhu menjadi sejuk. (pexels.com)


Baca Juga:

Desain minimalis dan fungsionalitas tren utama produk modern

Inovasi teknologi dalam desain produk masa depan energi hijau


HAL KECIL YANG BISA DILAKUKAN UNTUK MENDUKUNG IKLIM HIJAU

Sejumlah perilaku sederhana bisa kita lakukan guna mendukung iklim hijau. Berikut daftar hal yang bisa kita lakukan sehari-hari:

  1. Membudayakan penggunaan sepeda atau berjalan kaki.
  2. Mematikan kendaraan jika sedang tidak digunakan dan jangan terlalu lama menyalakan kendaraan ketika akan digunakan.
  3. Mematikan lampu saat tidur dan saat siang hari
  4. Jika menggunakan pompa air listrik untuk mengalirkan air, penuhilah bak mandi dan tempat penampungan air dalam sekali waktu.
  5. Membuat jadwal mencuci dan menyetrika pakaian secara teratur.
  6. Jika menggunakan kendaraan, sebaiknya berangkat lebih pagi agar terhindar dari kemacetan. 
  7. Memilih peralatan rumah tangga yang hemat energi. 
  8. Tidak membuang kertas-kertas bekas begitu saja.
  9. Menggunakan air secukupnya saat mandi dan mencuci. (*)

Share: