Kedua Kalinya, Duet KH M Ali Cholil - HM Fauzi Bahtar Pimpin NU Kaltim Masa Khidmat 2023-2028
Palu sudah diketok. KH M Ali Cholil dan HM Fauzi Bahtar dipercaya melanjutkan kepemimpinan NU Kaltim masa khidmat 2023-2028.
== Pojokaltim ==
NAHDLATUL Ulama Kaltim, atau biasa diringkas, atau bisa juga disebut NU Kaltim memercayakan kepemimpinan masa khidmat sebelumnya untuk terus berlanjut.
Adalah duet KH M Ali Cholil - HM Fauzi Bahtar yang melalui Konferensi Wilayah (Konferwil) 10 Nahdlatul Ulama, terpilih.
KH M Ali Cholil lanjut meneruskan amanah sebagai Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kaltim.
Ini Setelah melalui musyawarah tim Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) yang terdiri dari delapan kyai dari berbagai daerah.
Para kyai satu suara, KH M Ali Cholil untuk lanjut hingga 2028. Keputusan dibacakan langsung salah satu anggota AHWA, K.H. Muhammad Rasyid.
Sementara HM Fauzi terpilih melalui pemungutan suara yang diikuti sepuluh pengurus cabang.
Dua nama mencuat setelah pemilihan, yakni HM Fauzi A Bahtar (Incumbent) dengan 7 suara. Sementara Sismanto, Ketua PCNU Kutai Timur, meraih 3 Suara.
Setelahnya, kedua nama tersebut dimintakan izin ke Rais Syuriyah KH. Ali Cholil untuk mendapatkan persetujuan.
Oleh pimpinan sidang yang dikendalikan Prof Muhammad Mukri, Wakil Ketua PBNU, diminta agar kedua calon melakukan mediasi atau musyawarah mufakat.
Karena tidak mendapatkan kata sepakat, alhasil, proses berlanjut ke pemilihan langsung memilih Ketua Tanfidz.
Dalam sambutan usai dinyatakan terpilih sebagai Ketua Tanfidz, Fauzi berharap doa restu dari para Kyai dan dukungan dari pengurus cabang untuk bersama-sama memajukan NU di Kaltim.
"Terima kasih atas amanah yang diberikan, dan mohon restu serta doa para Kyai dan juga dukungan dari pengurus cabang agar bersama-sama memajukan NU di Kalimantan Timur," ucapnya.
Semua proses sidang-sidang diselenggarakan di kampus STITBA Ponpes Syaichona Cholil, 23-24 Juni 2023 di Balikpapan.
Sejumlah agenda dijalankan. Seperti laporan pertanggungjawaban (lpj), pemilihanRais Suriyah, Pemilihan Ketua Tanfidziyah, Sidang Komisi, dan pembahasan Batsul Matsail. (***)
