• index
  • Pojok Utama
  • Menengok SMK 19 Samarinda, Sekolah Binaan Astra Motor Kaltim 2 (habis)
foto: azhari ramadhan

Menengok SMK 19 Samarinda, Sekolah Binaan Astra Motor Kaltim 2 (habis)

Meski berada di lingkar luar Kota Samarinda, fasilitas dan jurusan di SMK 19 terbilang lengkap. Ada jurusan Agribisnis, Multimedia, Akuntansi, dan Otomotif. Nah, jurusan terakhir ini yang menjadi binaan Astra Motor Kaltim 2.

=POJOKALTIM, Samarinda

Seperti yang disampaikan pada berita sebelumnya, fasilitas laboratorium otomotif teknik sepeda motor, memang standar bengkel Astra. Berbagai perkakas, perlengkapan, sampai ruang simulasi kelistrikan sepeda motor ada di sana.

Ketika media ini berkunjung, beberapa pelajar tampak asyik memperbaiki sepeda motor. Rupanya, mereka tengah praktik. Ada yang membersihkan mesin, memperbaiki, dan sejenisnya. Pakaian praktik pun, sama seperti yang dikenakan para mekanik Astra. Putih, lengkap dengan gambar sayap putih besar di bagian belakang yang merupakan logo Honda.

Dari informasi instruktur Astra, kurikulum yang digunakan menyesuaikan kebutuhan industri.

Ini sesuai pernyataan Plt Kepala SMK 19 Annisa Susanti M.Pd. Mereka menggunakan kurikulum merdeka. Yang isi ajarannya adalah sudah selaras dan sesuai kebutuhan industri. Tak heran, lulusannya, terkhusus jurusan mekanik, banyak yang direkrut Astra di Samarinda. Usai magang, biasanya pihak Astra ada yang menginformasikan ke sekolah untuk menawarkan pelajarnya kelak untuk menjadi mekanik.


Kepala SMK 19 Samarinda Annisa Susanti M Pd (foto: Ari/ Pojokaltim)


Menurut instruktur Astra, ada kelebihan merekrut lulusan sekolah binaan. Sebab, apa yang mereka pelajari, sesuai dengan kebutuhan Astra.

Terlebih, pihak Astra secara berkesinambungan, terus berkoordinasi dan memantau sekolah-sekolah binaannya. Pihak Astra pun memberikan Buku Pedoman Reparasi (BPR) ke sekolah-sekolah binaannya. Nah, BPR ini berisi panduan bagi mekanik. Apa-apa saja kerusakan mesin, ada jawabannya di situ. Sangat memudahkan pelajar untuk mempelajari mekanika mesin. BPR ini, khusus diberikan Astra ke sekolah binaan. Tidak untuk umum, apalagi komersil.

Selanjutnya, para jurnalis dibawa ke ruangan simulasi kelistrikan. Beberapa meja lengkap dengan panel-panel kelistrikan, ada di rungan itu.

Tiap meja berisi simulasi kelistrikkan berbeda-beda. Dalam momen itu, pelajar dibimbing instruktur tengah memperagakan bagaimana cara reset program yang tertera pada panel speedometer. 

Dalam simulasi, dilihatkan indikator batang di speedometer berkedip-kedip. Menandakan ada sedikit kerusakan pada salah satu komponen. Dengan sigap, atas arahan instruktur, pelajar SMK 19 langsung mengeksekusi. Jeda beberapa saat, kedipan digital di speedometer, langsung normal kembali. Menandakan, proses reset sudah selesai. "Jika mekanik atau pelajar merasa bingung, bisa buka BPR. Di situ ada keterangan cara memperbaiki," ujar instruktur.

Jurnalis pun lantas ditantang untuk melakukan hal serupa. Tentu, karena bukan ahlinya, Maul -reporter KPFM, kebingungan. Beberapa kali, ia melakukan kesalahan. Tapi, atas bantuan instruktur, Maul akhirnya bisa menyelesaikan tantangan.



Penulis bersama instruktur Astra (kanan). (foto: Ari/ Pojokaltim)

Dengan segala bantuan totalitas yang diberikan Astra, tak heran sekolah binaan merasa sangat terbantu. Beberapa jebolan pun langsung diterima bekerja sebagai mekanik. Menurut mereka, kemampuan pelajar sudah ada. Bekal di sekolah tinggal ditingkatkan saja ketika menapak karir di Astra sebagai mekanik.

Kunjungan setengah hari di SMK 19 di tutup dengan sowan ke ruangan kepala sekolah. Tak ketinggalan, sesi foto bersama dipilih sebagai penutup kunjungan.

Oiya, selain SMK 19 ini, masih ada sekolah binaan naungan Astra Motor Kaltim 2. Yakni SMK 16 Bengkuring, SMK 6 Batu Cermin, SMK 20 Sambutan, dan SMK Putra Bangsa Bontang. Dari kelima itu, fasilitas di SMK 19 lah yang paling lengkap. Sesekali, lab mekanik SMK 19 difungsikan sebagai Tempat Uji Kompetensi (TUK). (densul/selesai)

Share: