Pemprov Kaltim Dan JICA Bahas Skema Pengelolaan Sampah Sekitar IKN, Balikpapan Jadi Lokasi Percontohan
SAMARINDA - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bersama Japan International Cooperation Agency (JICA) tengah membahas rencana besar dalam mendukung pengelolaan sampah di kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Dalam rapat koordinasi yang digelar Selasa (24/6/2025) di Ruang Rapat Propeda, Balikpapan diproyeksikan menjadi lokasi pilot project untuk sistem pengelolaan sampah terpadu.
Rapat tersebut dipimpin oleh Plt. Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Bappeda Kaltim, Saur Parsaoran, didampingi oleh Teddy Masanori, ketua tim JICA. Hadir pula perwakilan dari DLH Kota Balikpapan, DLH Provinsi Kaltim, dan DPUPR-PERA Kaltim.
Dua Skema Pengelolaan Sampah dari JICA
Dalam diskusi, JICA menyampaikan dua skema utama: Pendekatan 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dalam dua fase, dengan fokus pada peningkatan kapasitas masyarakat menuju gaya hidup daur ulang, Pembangunan fasilitas Integrated Solid Waste Management, yaitu sistem pengelolaan sampah terpadu yang menyatukan berbagai metode pengolahan.
Kedua skema ini diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi permasalahan sampah, khususnya di Balikpapan sebagai wilayah padat penduduk dan dekat dengan IKN.
Tantangan Pengelolaan Sampah di Balikpapan
Saat ini, Kota Balikpapan menghadapi penumpukan sampah di TPA Manggar yang mencapai sekitar 500 ton per hari. Di sisi lain, fasilitas daur ulang belum mampu mengintegrasikan prinsip 3R secara utuh, dan hasil daur ulang dinilai belum bernilai jual tinggi.
Untuk itu, Pemkot Balikpapan berencana membangun tiga Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) tahun ini:Kelurahan Karang Joang (Km. 12), Kelurahan Graha Indah, Kecamatan Balikpapan Utara, Hutan Kota Telaga Sari, Kecamatan Balikpapan Kota.
Perwakilan DLH Balikpapan, Mardanus, menyampaikan bahwa pembangunan TPST tersebut merupakan upaya nyata untuk mengurangi beban TPA sekaligus meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah kota.
"Kami sepenuhnya mendukung rencana ini. Semoga program ini berjalan lancar dan memberi dampak positif, tak hanya bagi Balikpapan, tapi juga kawasan sekitar IKN," ujar Saur Parsaoran, menegaskan dukungan penuh dari Pemprov Kaltim.
Kolaborasi ini menjadi bagian penting dari strategi Kalimantan Timur dalam mendukung pembangunan IKN yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan, dengan menjadikan Balikpapan sebagai model pengelolaan sampah modern berbasis kolaborasi internasional. (adv diskominfo kaltim)
