• index
  • Pojok Utama
  • UKM Kaltim Tembus Pasar Afrika Barat, Ekspor Perdana Resmi Dilepas

UKM Kaltim Tembus Pasar Afrika Barat, Ekspor Perdana Resmi Dilepas

SAMARINDA - Kabar membanggakan datang dari Provinsi Kalimantan Timur. Sejumlah pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dari berbagai daerah di Kaltim resmi melepas ekspor perdana produk unggulan ke pasar Afrika Barat, menandai langkah strategis dalam membuka jejaring perdagangan global dari daerah.

Ekspor ini merupakan bagian dari program "Gebrak Pasar Internasional", hasil kolaborasi antara Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop UKM) Kaltim bersama PPEJP Kementerian Perdagangan, Direktorat Inovasi dan Pengembangan Usaha Universitas Dian Nusantara, serta Asosiasi Pengusaha Inovatif Kreatif Indonesia (APIK).

Produk UKM Kaltim Siap Bersaing Global

Produk-produk yang diekspor meliputi: Makanan kemasan tertutup, Madu alami, Lulur brightening

Seluruhnya merupakan hasil produksi UKM binaan Disperindagkop UKM Kaltim, yang telah melalui proses seleksi dan pelatihan intensif dalam program Gebrak Pasar Internasional.

"Ekspor ini bukan sekadar pengiriman produk, tetapi tonggak awal penguatan jejaring perdagangan internasional bagi UKM Kaltim," ujar Heni Purwaningsih, S.Si., M.Si., Kepala Disperindagkop UKM Provinsi Kaltim. Ia berharap, produk UKM dari Benua Etam dapat diterima dengan baik dan membuka peluang ekspor berkelanjutan.

Kolaborasi Akademisi, Praktisi, dan Pemerintah

Eriklex Donald, SE, MM, Ketua Umum APIK sekaligus Direktur Inovasi dan Pengembangan Usaha Universitas Dian Nusantara, menjelaskan bahwa peran perguruan tinggi dalam program ini sangat krusial.

Mulai dari pelatihan harga ekspor, adaptasi produk, korespondensi bisnis, hingga branding global dan business matching, semuanya diberikan untuk memastikan UKM siap bersaing di pasar internasional.

"Sinergi antara akademisi, praktisi, dan pemerintah ini akan menciptakan ekosistem ekspor yang kuat dari daerah hingga negara tujuan," jelas Eriklex.

Pelepasan ekspor ini menjadi langkah konkret dalam diversifikasi ekonomi, khususnya peningkatan kontribusi sektor non-migas terhadap pendapatan nasional dan GDP daerah.

Keberhasilan ini juga diharapkan menjadi inspirasi bagi provinsi lain dalam mendorong daya saing UKM di kancah global, sejalan dengan visi Indonesia sebagai negara eksportir produk unggulan berbasis inovasi. (adv diskominfo kaltim)

Share: