Dua kandidat Caketum BPD HIPMI Kaltim Ony Fakhrizny dan Hadi Bakri mengangkat nomor urut yang didapat usai pencabutan yang digelar Senin (31/8) malam.

Menuju Musda HIPMI Kaltim, Dua Kandidat Siap Adu Konsep

Perhelatan menuju Musyawarah Daerah (Musda) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kaltim pada 26-27 September mendatang dipastikan seru. Untuk pertama kalinya ajang untuk memilih nakhoda baru di organisasi pengusaha daerah ini tidak lagi secara aklamasi. Karena akan ada dua kandidat yang akan bersaing ketat.

"Artinya ini adalah sebuah kemajuan, keberhasilan HIPMI dalam melakukan pengkaderan, sehingga kita memiliki dua orang kader terbaik ini," ucap Sekretaris Umum HIPMI Kaltim Ekti Imanuel.

Ya, setelah melalui proses penjaringan, Senin (31/8) malam kemarin akhirnya Steering Committe (SC) dan Organizing Committe (OC), menetapkan dua nama untuk bersaing menjadi Calon Ketua Umum (caketum) HIPMI Kaltim periode 2020-2023. Kedua nama itu adalah Oni Fakhrizni Hasan dan Bakri Hadi.

"Untuk proses tahapan, kita buka penjaringan sejak 20 hingga 27 Agustus. Dari empat nama yang mengambil berkas, dua orang yang mengembalikan dan telah lolos verifikasi dan malam ini kami tetapkan sebagai caketum BPD HIPMI," terang Ketua SC Fathurrahman.

Dalam konferensi pers penetapan yang digelar di Hotel Selyca Mulia itu, kedua kandidat sama-sama memiliki komitmen tinggi untuk membawa HIPMI Kaltim lebih baik lagi. Oni saat diberi kesempatan mengatakan proses persaingan adalah hal yang wajar dalam sebuah organisasi. Namun pada prinsipnya ia mengharap proses menuju musda ini akan berjalan baik dan lancar.

Senada dengan itu, Bakri juga menginginkan agar proses suksesi ini lebih mengedepankan adu strategi melalui konsep serta visi dan misi yang ditawarkan. Usai penyampaian dari kedua caketum ini, agenda selanjutnya adalah pencabutan nomor urut kandidat. Ony yang saat ini menjabat sebagai Waketum HIPMI Kaltim mendapat nomor urut 01. Sementara nomor urut 02 didapat oleh Bakri yang periode ini duduk sebagai Sekum BPC HIPMI Kutai Timur.

Untuk selanjutnya tahapan musda akan memasuki masa kampanye. Di mana kedua calon diberi kesempatan untuk melakukan pendekatan-pendekatan secara mandiri ke BPC seluruh kabupaten dan kota. Selain tentu saja pemaparan dan penajaman visi misi dalam kampanye yang dijadwalkan.

"Untuk berikutnya nanti akan ada rapat Badan Pengurus Lengkap (BPL) untuk menentukan jumlah suara BPC. Kemudian bedah visi misi, lalu kami persilakan calon bersama tim mengagendakan kampanye mandiri, sampai masuk masa tenang di tanggal 20 September," terang Ketua OC Ibnu Tri Akhdani. (cuk)

Share: