sumber foto : Wikipedia

Fix, Ekonomi Indonesia Resesi

RODA ekonomi nasional dinyatakan berhenti berputar untuk sementara. Di Kuartal III 2020 ini, pertumbuhan ekonomi masih di area minus.

Dalam video live Selasa (22/9) Kementerian Keuangan di Youtube, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan bahwa lembaganya melakukan update proyeksi perekonomian Indonesia. Pada tahun ini, pertumbuhan secara keseluruhan menjadi minus 1,7% hingga minus 0,6%. Dengan demikian, negatif territory kemungkinan terjadi pada kuartal III.

Seperti diketahui, pertumbuhan ekonomi pada kuartal II sudah minus 5,32%. Disebut resesi ekonomi ketika pertumbuhan ekonomi nasional kembali negatif pada kuartal selanjutnya. Resesi juga dapat diartikan sebagai sebuah keadaan dimana terjadi pertumbuhan ekonomi minus pada dua kuartal secara berturut. "Mungkin masih berlangsung untuk kuartal 4 yang kita upayakan bisa mendekati 0 atau positif," imbuh Sri Mulyani.

Disebutkannya, meski secara tahunan ekonomi nasional berada di zona negatif, angka proyeksi Kementerian Keuangan tidak sedalam proyeksi beberapa lembaga internasional.

Dirinya menyebutkan angka World Bank berada di level 0%, IMF di level minus 0,3%. Disusul OECD di level minus 3,3%, ADB di level minus 1%, dan Bloomber di level minus 1%. (aka)

Share:

Berita Lainnya