BERTAHAN: Pertumbuhan ekonomi Kaltim masih melambat.

Inflasi Kaltim Triwulan I Sentuh 2,19%

Lebih Rendah Dibanding Nasional

WABAH Covid-19 masih berikan dampak kurang baik bagi pertumbuhan ekonomi. Tak hanya nasional, ekonomi Kaltim pun terkena. Namun begitu, angka inflasi Bumi Etam diperkirakan masih bisa berdaya tahan di masa mendatang meski Triwulan I ini menyentuh 2,19%. Demikian informasi yang dikutip dari www.bi.go.id
Disebutkan, kinerja ekonomi Kalimantan Timur (Kaltim) triwulan I 2020 tetap berdaya tahan dengan melanjutkan pertumbuhan positif sejak 2017 meskipun lebih rendah dibandingkan dengan triwulan sebelumnya.
Perekonomian Kaltim pada triwulan I 2020 tumbuh positif sebesar 1,27% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan triwulan sebelumnya sebesar 2,67% (yoy). Kinerja perekonomian Kaltim triwulan I 2020 tercatat lebih rendah dibandingkan pencapaian nasional dan wilayah Kalimantan masing-masing sebesar 2,97% (yoy) dan 2,49% (yoy).
Di sisi lapangan usaha, kinerja lapangan usaha utama Kaltim yakni pertambangan dan penggalian mengalami kontraksi namun tertahan oleh positifnya kinerja industri pengolahan. Dari sisi pengeluaran, kinerja ekspor masih tetap tumbuh positif dan lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya walau tertahan oleh perlambatan konsumsi dan investasi serta kinerja impor yang mengalami kenaikan.
 
Kinerja keuangan pemerintah daerah di Kaltim pada triwulan I 2020 mengalami penurunan yang bersumber dari rendahnya realisasi belanja dan pendapatan Pemerintah Provinsi. Di tingkat Pemerintah Provinsi, kinerja keuangan pada triwulan I 2020 menurun dari sisi pendapatan dan persentase penyerapan anggaran belanja. Realisasi belanja 10 Kabupaten/Kota di wilayah Kaltim sampai dengan triwulan I 2020 mengalami peningkatan meskipun realisasi pendapatan masih rendah. Realisasi belanja APBN wilayah Kaltim triwulan I 2020 mencapai 9,30% dari pagu belanja APBN.
 
Inflasi Kalimantan Timur triwulan I 2020 tercatat 2,19% (yoy) tetap terkendali walau lebih tinggi dibandingkan 1,66% (yoy) triwulan sebelumnya. Tingkat inflasi Kaltim periode ini lebih rendah dibandingkan inflasi nasional sebesar 2,98% (yoy). Tekanan inflasi bersumber dari kelompok penyediaan makan dan minuman /restoran; perawatan pribadi dan jasa lainnya; serta makanan, minuman, dan tembakau.
Berdasarkan kota pembentuknya, terdapat perbedaan struktur kelompok penyumbang inflasi antara Balikpapan dan Samarinda.  Secara spasial, tekanan inflasi triwulan I 2020 Samarinda bersumber dari kelompok penyediaan makanan dan minuman/ restoran sementara perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi penyebab inflasi utama di Balikpapan. Adapun deflasi kelompok transportasi di Balikpapan jauh lebih dalam daripada Samarinda.
 
Sejalan dengan kondisi perekonomian Kaltim yang tetap menunjukkan kinerja positif pada triwulan I 2020, kondisi stabilitas keuangan daerah Kaltim masih terjaga. Stabilitas keuangan daerah Kaltim tercermin dari kinerja korporasi yang masih positif sejalan dengan masih positifnya pertumbuhan ekonomi Kaltim. Meskipun kondisi ekonomi global masih diikuti dengan ketidakpastian, kinerja korporasi dari lapangan usaha utama secara umum masih positif. Lebih lanjut, kinerja penyaluran kredit kepada korporasi tetap positif dan terjadi peningkatan dibandingkan periode sebelumnya.
Penyaluran kredit perbankan kepada korporasi pada triwulan I 2020 tumbuh hingga mencapai 22,30% (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya yang tercatat sebesar 14,21% (yoy). Resiko kredit kepada korporasi juga tetap terjaga dengan tingkat non-performing loan (NPL) sebesar 2,23%, masih berada di bawah threshold 5% meskipun meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya, yakni sebesar 1,92%.
 
Sistem Pembayaran baik tunai maupun non tunai di Kaltim tetap aman, lancar dan terkendali. Transaksi nontunai di Provinsi Kaltim pada triwulan I 2020 mengalami penurunan dari triwulan sebelumnya, sejalan dengan perlambatan PDRB Kaltim pada triwulan yang sama. Aliran uang kartal di provinsi Kaltim pada triwulan I 2020 menunjukkan posisi net inflow sejalan dengan pola musiman tahunan pasca Natal, tahun baru dan liburan sekolah. Elektronifikasi transaksi keuangan nontunai terus ditingkatkan untuk mendorong penggunaan transaksi nontunai oleh masyarakat luas di era munculnya pandemi COVID-19
 
Kondisi ketenagakerjaan Kaltim mengalami perbaikan pada tahun 2020 dibandingkan periode sebelumnya. Perbaikan kondisi ketenagakerjaan Kaltim tercermin dari Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) tahun 2020 sebesar 72,15% yang mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun 2019 sebesar 70,44%. Meskipun demikian, TPT Kaltim pada tahun 2020 mengalami peningkatan dan tergolong tinggi jika dibandingkan dengan TPT pada level nasional dan wilayah Kalimantan.
TPT Nasional pada tahun 2020 tercatat sebesar 4,99%, lebih rendah daripada TPT Kaltim. Di wilayah Kalimantan, TPT Kaltim tercatat merupakan yang tertinggi dibandingkan provinsi lainnya. Sementara provinsi Kalimantan Tengah memiliki TPT yang paling rendah di wilayah Kalimantan dengan mencatat TPT sebesar 3,39% pada tahun 2019.
Perekenomian Kaltim diperkirakan akan mengalami penurunan seiring dengan penurunan perekonomian domestik dan nasional namun tetap diiikuti dengan tingkat inflasi yang terjaga. Perekonomian Kaltim pada triwulan III 2020 diprakirakan akan lebih baik dibandingkan dengan triwulan sebelumya seiring dengan wabah pandemi COVID-19 yang diprakirakan akan mulai mereda dan kebijakan new normal yang diterapkan pemerintah sehingga kegiatan lapangan usaha bisa kembali berjalan melakukan proses pemulihan menuju normal.
Perekonomian Kaltim untuk keseluruhan tahun 2020 diprakirakan akan berada pada rentang pertumbuhan sampai kontraksi yang tipis, lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang utamanya disebabkan oleh merebaknya wabah COVID-19.
Inflasi Kaltim pada triwulan III 2020 diprakirakan akan lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya serta tetap berada pada rentang sasaran inflasi nasional. 
Secara keseluruhan 2020, inflasi Kaltim diprakirakan akan lebih tinggi namun masih terkendali pada level yang rendah dan stabil serta masih berada dalam rentang sasaran inflasi nasional 3,0%±1%. (aka)

Share:

Berita Lainnya