• index
  • Pojok Komunikasi
  • Dinas Koperasi, UMKM Dan Perindustrian Balikpapan Helat Workshop Pendampingan Kertas Kerja Pemeriksa

Dinas Koperasi, UMKM Dan Perindustrian Balikpapan Helat Workshop Pendampingan Kertas Kerja Pemeriksaan Kesehatan Koperasi

BALIKPAPAN - Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian Balikpapan gelar workshop di Whiz Prime Hotel, 26 dan 27 Februari 2025. Workshop terkait pendampingan pengisian kertas kerja pemeriksaan kesehatan koperasi di Balikpapan. 

Workshop dibuka Kepala Bidang Koperasi Gina Andriyani Martono mewakili Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian Balikpapan Heruressandy Setia Kusuma yang berhalangan hadir karena menghadiri kegiatan bersama kelompok tani di KM 24 Balikpapan.


Gina Andriyani Martono. (yoel)

"Kegiatan ini untuk mewujudkan koperasi yang kuat, sehat, mandiri dan tangguh, maka diperlukan pengawasan dan pemeriksaan untuk kesehatan koperasi," ujarnya.

Sementara itu, ketua panitia workhsopPengawas Koperasi Ahli Muda Lily Suhernawati mengatakan, workshop bertujuan meningkatkan kekuatan pengurus dan keanggotaan koperasi.

Kemudian, meningkatkan kapasitas SDM pengurus  koperasi maupun pembina terkait kesehatan koperasi dalam rangka mewujudkan koperasi yang sehat sesuai ketentuan yang berlaku.

"Juga sebagai ajang silahturahmi OPD bersama pengurus dan pengelola koperasi di kota Balikpapan agar terjalin komunikasi yang baik," imbuhnya.


Suhernawatyi. (yoel)

Untuk diketahui, workshop ini dihadiri 35 koperasi yang diwakili oleh pengurus atau pengelola.


Dalam workshop menghadirkan narasumber Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Penilaian Kesehatan di Deputi Kepatuhan Prinsip dan Penilaian Kesehatan Kementerian Koperasi RI Febri Andri Yadi.

Ia menyampaikan bahwa workshop ini untuk melakukan penilaian dan pemeriksaan kesehatan koperasi, terkait kepatuhan regulasi dengan tujuan agar koperasi jadi sehat.

Menurutnya, ada 4 kategori tentang kesehatan koperasi. yaitu Sehat, Cukup Sehat, Dalam Pengawasan, dan Dalam Pengawasan Khusus


Febri Andri Yadi. (yoel)

Karena itu, perlu melakukan check up terkait kesehatan koperasi sesuai regulasi pemerintah tentang koperasi yang sehat. 

Adapun tools yang digunakan adalah kertas kerja dengan 120 indikator yang selama 2 hari ini dilakukan dalam workshop.

"Penilaian ini juga diperlukan Koperasi ketika ada kerjasama pembiayaan dengan pihak ke 3, dimana pemerintah memiliki LPDB (Lembaga Pembiayaan Dana Bergulir), sehingga dengan koperasi memiliki sertifikat kesehatan ini, diharapkan dapat berjalan dan bermanfaat bagi masyarakat," pungkasnya. (yoel)

Share: