Jangan Terjebak Blind Spot, Ini Cara Aman Berkendara Motor Di Jalan Raya

POJOKALTIM.CO.ID, BALIKPAPAN - Berkendara menggunakan sepeda motor menjadi pilihan banyak orang karena lebih praktis, lincah, dan mampu menghemat waktu saat menghadapi kepadatan lalu lintas. Namun, di balik kemudahan tersebut, ada satu risiko yang sering luput dari perhatian para pengendara, yaitu blind spot atau titik buta kendaraan.

Blind spot merupakan area di sekitar kendaraan yang tidak dapat terlihat oleh pengemudi melalui kaca spion maupun pandangan langsung. Kondisi ini menjadi salah satu penyebab kecelakaan yang kerap terjadi di jalan raya, terutama ketika sepeda motor berada di dekat kendaraan berukuran besar seperti truk, bus, atau kendaraan niaga lainnya.

Safety Riding Officer Astra Motor Kaltim 1, Aditya Wicaksana, mengingatkan bahwa banyak pengendara motor yang tanpa sadar berada di posisi berbahaya saat berkendara.

“Seringkali pengendara kurang berhati-hati ketika berada di samping atau belakang kendaraan yang memiliki ukuran besar sehingga tanpa sadar pengendara sepeda motor berada pada posisi blind spot yang berpotensi terlibat dalam kecelakaan ketika berkendara,” ujar Safety Riding Officer Astra Motor Kaltim 1 Aditya Wicaksana.

Agar perjalanan tetap aman dan nyaman, penting bagi setiap pengendara memahami cara menghindari area blind spot. Berikut beberapa langkah sederhana yang bisa diterapkan saat berkendara:

1. Kenali Area Blind Spot
Memahami posisi titik buta kendaraan sendiri maupun kendaraan lain menjadi langkah awal untuk meningkatkan keselamatan. Pengetahuan ini dapat diperoleh melalui pelatihan safety riding sehingga pengendara lebih mampu memprediksi potensi bahaya di jalan.

2. Pastikan Kondisi Sekitar Sebelum Berpindah Jalur
Jangan hanya mengandalkan spion. Biasakan menoleh ke kanan atau kiri sebelum berpindah arah atau lajur. Penggunaan spion tambahan juga dapat membantu memperluas area pandang.

3. Tetap Fokus Saat Berkendara
Konsentrasi adalah kunci keselamatan. Hindari penggunaan headset untuk mendengarkan musik dan penggunaan knalpot tidak standar yang berpotensi mengganggu fokus serta kewaspadaan saat berkendara.

4. Hindari Berada di Titik Buta Kendaraan Lain
Usahakan selalu berada di posisi yang mudah terlihat oleh pengemudi kendaraan lain. Jangan terlalu lama berkendara sejajar dengan kendaraan besar.

5. Berikan Tanda Kehadiran
Jika berada di area yang berpotensi menjadi blind spot kendaraan lain, gunakan klakson atau lampu sebagai bentuk komunikasi agar keberadaan Anda diketahui pengguna jalan lainnya.

6. Gunakan Perlengkapan yang Mudah Terlihat
Pilih helm, jaket, atau perlengkapan berkendara dengan warna terang atau reflektif agar lebih mudah terlihat, terutama saat malam hari atau cuaca kurang mendukung.

7. Jaga Jarak Aman
Memberikan ruang yang cukup dengan kendaraan di depan maupun di samping akan memberi waktu lebih banyak untuk bereaksi ketika terjadi situasi darurat.

Menurut Aditya, semakin besar ukuran kendaraan, maka semakin luas pula area blind spot yang dimilikinya. Karena itu, kewaspadaan ekstra sangat diperlukan saat berada di sekitar kendaraan besar.

"Semakin besar suatu kendaraan maka ‘titik buta’ saat berkendaranya semakin luas. Selain memahami posisi blindspot suatu kendaraan, pengendara juga harus menerapkan #cari_aman dalam berkendara sehingga meminimalisir resiko kecelakaan," tutup Adit.

Keselamatan berkendara bukan hanya tentang kemampuan mengendalikan kendaraan, tetapi juga tentang memahami risiko yang ada di sekitar. Dengan mengenali blind spot dan menerapkan perilaku berkendara yang aman, perjalanan sehari-hari bisa menjadi lebih nyaman, aman, dan menyenangkan. (*)

Share: