Nggak Mau Boncos Gara-Gara Turun Mesin? Jangan Abaikan 5 Gejala Ini

POJOKALTIM.CO.ID, SAMARINDA - Dengar kata turun mesin saja, pemilik motor bisa langsung kebayang biaya perbaikan yang nggak sedikit. Padahal, sebelum masalah mesin makin serius, biasanya ada gejala yang bisa dikenali. Sayangnya, tanda-tanda ini sering dianggap sepele selama motor masih bisa jalan.

Turun mesin atau overhaul merupakan proses pembongkaran dan pemeriksaan bagian dalam mesin untuk menangani kerusakan tertentu. Supaya masalah nggak berkembang, ada lima gejala yang perlu kamu waspadai.

Pertama, asap putih keluar terus-menerus dari knalpot. Kondisi ini bisa menandakan oli masuk ke ruang bakar dan perlu diperiksa lebih lanjut. Kedua, oli mesin bocor atau rembes. Jika volumenya berkurang, pelumasan komponen bisa terganggu dan berisiko menimbulkan kerusakan.

Ketiga, suara mesin berubah kasar atau muncul bunyi tak biasa. Keempat, tenaga motor terasa loyo dan tarikan makin berat. Kelima, motor sulit dinyalakan, terutama jika masalah kelistrikan dan sistem bahan bakar sudah diperiksa tetapi gejalanya masih muncul.

Manager Parts Astra Motor Kaltim 1, Yohanes Baptista, mengingatkan pengendara agar tidak mengabaikan perubahan pada kondisi motor.

"Jika performa motor berubah, muncul suara yang tidak biasa, atau ada tanda kebocoran oli, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan. Penanganan lebih awal dapat membantu mengetahui penyebab masalah sebelum kondisinya semakin serius," ujar Yohanes.

Lalu, bagaimana cara menjaga mesin agar tetap prima? Mulai dari hal sederhana, seperti mengganti oli sesuai jadwal dan rekomendasi buku pedoman pemilik. Hindari juga menerobos banjir, terutama jika genangan cukup tinggi karena air yang masuk ke mesin dapat menyebabkan kerusakan serius.

Jangan lewatkan servis berkala di AHASS agar kondisi komponen bisa diperiksa teknisi. Penggunaan suku cadang asli yang sesuai spesifikasi juga penting untuk membantu menjaga performa dan daya tahan motor.

Marketing Manager Astra Motor Kalimantan Timur 2, Matthew Poetera Sah, turut mengingatkan pentingnya perawatan rutin agar pengendara tidak mengabaikan kondisi kendaraannya.

"Perawatan berkala membantu menjaga kondisi sepeda motor sekaligus mendeteksi potensi masalah lebih awal. Jika pengendara menemukan gejala yang tidak biasa, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan di bengkel resmi agar penanganannya sesuai dengan kebutuhan kendaraan," ujar Matthew.

Intinya, jangan memakai prinsip selama masih jalan berarti aman. Suara mesin berubah, asap tak normal, oli rembes, tarikan melemah, atau motor susah menyala bisa menjadi tanda bahwa kendaraan perlu diperiksa.

Daripada menunggu kerusakan makin parah dan biaya perbaikan membengkak, lebih baik rawat motor secara rutin dan segera tangani gejala yang muncul. Motor lebih terjaga, perjalanan lebih nyaman, dan risiko pengeluaran besar bisa ditekan.

Jangan lupa servis berkala di AHASS dan selalu #Cari_Aman di setiap perjalanan! (azr)

Share: