Oli Motor Matic Nggak Bisa Asal Pilih, Cek Kode JASO, SAE, Dan API!

POJOKALTIM.CO.ID, SAMARINDA - Merasa motor matic sudah dirawat karena rutin ganti oli? Eits, jangan sampai salah paham! Motor matic menggunakan dua jenis oli dengan fungsi berbeda, yaitu oli mesin dan oli transmisi atau oli gardan. Keduanya sama-sama penting, tetapi tidak bisa saling menggantikan.

Oli mesin bertugas melumasi komponen di dalam mesin, sedangkan oli transmisi melindungi komponen final reduction gear yang meneruskan tenaga mesin ke roda belakang. Karena tugasnya berbeda, spesifikasi oli yang digunakan juga harus sesuai rekomendasi pabrikan.

Saat memilih oli mesin, ada tiga kode yang perlu diperhatikan, yakni JASO, SAE, dan API. JASO berkaitan dengan karakteristik oli, SAE menunjukkan tingkat kekentalan, sedangkan API merupakan standar klasifikasi performa oli mesin.

Sebagai gambaran, JASO MA umumnya digunakan pada motor dengan kopling basah, sedangkan JASO MB banyak digunakan pada motor matic dengan sistem kopling kering. Sementara itu, kode API seperti SN menunjukkan kategori performa oli untuk mesin bensin. Pastikan tetap mengikuti spesifikasi yang tercantum dalam buku pedoman pemilik motor.

Lalu, bagaimana dengan oli transmisi? Oli ini dirancang khusus untuk melumasi bagian gir transmisi pada motor matic. Produk Honda Genuine Parts tersedia dengan pilihan base oil mineral dan synthetic. Oli berbasis synthetic memiliki karakteristik yang mendukung kestabilan pelumasan, membantu mengendalikan oksidasi dan penguapan, serta menjaga kinerja komponen dalam berbagai kondisi suhu.

Ignatius Nindyatama, Technical Service Manager Astra Motor Kaltim 2, mengingatkan konsumen agar tidak memilih oli hanya berdasarkan merek atau harga. "Penggunaan oli harus disesuaikan dengan spesifikasi sepeda motor dan rekomendasi pabrikan. Setiap jenis oli memiliki fungsi dan karakteristik berbeda, sehingga penting untuk memastikan produk yang digunakan benar-benar sesuai dengan kebutuhan motor," ujarnya.

Sebelum membeli, cek tipe dan tahun produksi motor, lalu cocokkan spesifikasi oli dengan buku pedoman pemilik. Jangan lupa memperhatikan keaslian produk. Oli dengan harga jauh di bawah pasaran patut diwaspadai karena berisiko merupakan produk palsu.

Supaya lebih aman, penggantian oli bisa dilakukan di bengkel AHASS. Selain menggunakan pelumas sesuai rekomendasi, kondisi kendaraan juga dapat diperiksa oleh teknisi. Pastikan jadwal penggantian oli mesin dan oli transmisi mengikuti interval perawatan yang dianjurkan pabrikan.

Intinya, jangan sampai rajin ganti oli tetapi salah memilih jenisnya. Oli mesin dan oli transmisi punya tugas masing-masing untuk mendukung performa motor. Agar perawatan makin praktis, konsumen juga bisa memanfaatkan layanan booking service atau layanan kunjung AHASS sesuai ketersediaan. Jadi, rawat motor dengan tepat supaya perjalanan tetap nyaman dan performanya terjaga. (azr)

Share: