Sering Telat Ganti Oli? Efeknya Bisa Ke Mana-Mana
POJOKALTIM.CO.ID, BALIKPAPAN - Motor dipakai tiap hari tapi ganti oli sering ditunda? Jangan tunggu tarikan mulai berat atau mesin cepat panas baru panik.
Oli punya tugas penting untuk membantu melumasi komponen sekaligus menjaga suhu kerja mesin. Tapi seiring pemakaian, oli bisa terkontaminasi kotoran dan kemampuan kerjanya bisa menurun.
Kalau sudah terlalu lama dipakai, efeknya bisa mulai terasa. Tarikan kurang responsif, mesin terasa lebih panas, hingga konsumsi BBM berpotensi meningkat. Jika terus dibiarkan, gesekan antar komponen mesin juga bisa mempercepat keausan.
Menurut Yohanes Baptista, Manager Parts Astra Motor Kaltim 1, penggantian oli sebaiknya tidak menunggu munculnya masalah.
"Penggantian oli sebaiknya dilakukan sesuai jadwal yang direkomendasikan. Jangan menunggu performa motor menurun terlebih dahulu, karena oli berperan penting dalam menjaga kerja dan perlindungan komponen mesin," ujar Yohanes.
Karena itu, pemilik motor Honda sebaiknya mengikuti jadwal penggantian oli yang tercantum dalam Buku Pedoman Pemilik. Jangan cuma mengandalkan feeling atau menunggu motor terasa aneh.
Untuk pengguna Honda, gunakan AHM Oil yang diformulasikan untuk mesin Honda. Setelah ganti oli, jangan lupa servis berkala di AHASS supaya kondisi mesin dan komponen lainnya ikut diperiksa teknisi.
Buat konsumen di Kalimantan Timur, Astra Motor Kaltim 1 juga mengingatkan pentingnya perawatan rutin agar motor tetap nyaman digunakan untuk kerja, kuliah, antar-jemput, sampai keliling kota.
Intinya, jangan tunggu mesin kasih kode. Ganti oli tepat waktu, motor tetap nyaman, performa terjaga, dan pengeluaran pun lebih aman. (azr)
