Dewan Perwakilan Rakyat Dunia Maya (DPRD-M)

SUDAH sesulit itukah menyampaikan apirasi kepada wakil kita di parlemen? Sudah tak semudah itu kah berkeluh kesah kepada pelaku pemerintahan? Ataukah karena pelayanan publik yang maksimal tak merata? 


Atau dan sederetan atau lainnya tentu masih menggelayut dibenak tiap warga atas pelayanan pemerintahan. Segitu lemahkah seorang warga yang selalu menggantungkan apa apa ke pemerintahannya? 


Tidak. itu memang hak warga di alam demokrasi yang dipilih republik ini. Semua sendi kehidupan berwarganegara, diatur oleh pemerintah. Ditambah lagi dengan kewajiban warga membayar pajak, maka, sangat wajar jika bukan kepada mana lagi kalau bukan ke pemerintah warga melabuhkan pengaduannya?


Semestinya, pengaduan, keluhan, kritik, dan saran warga mesti direspons cepat oleh perwakilannya. Entah di legislatif apalagi di eksekutif. 


Seiring waktu, komunikasi antar warga ke pemerintah dinilai ada berjarak. Semakin lebar. Maka, tak salah kehadiran media sosial di dunia maya seolah menjadi pemintas.


Tak ribet, tak memakan waktu, tinggal siapkan jari, maka tersampaikanlah keluh kesah mengenai pelayanan publik. Perkara didengar atau tidak oleh pelaksana pemerintahan, tak jadi soal. 


Sekian puluh bahkan ribuan komen antar warga senasib seperjuangan, seolah sudah menjadi pemuas hasrat atas apa yang dikeluhkan.


Memang sesekali, akun pihak terkait turut berkomentar di dalam keluhan tersebut. Entah mengapa, terkadang akun pihak terkait tersebut tidak lagi merespons. Mungkin saja kewalahan mengalami gempuran komentar-komentar ala Bu Tejo. 


Ya, begitulah faktanya. Media sosial kini lebih dipilih menjadi wadah penyaluran aspirasi. Apa lantas kita perlu pilih perwakilan di Dewan Perwakilan Rakyat Dunia Maya (DPRD-M)? (aka)

Share:

Berita Lainnya