Jangan Golput...!!!

TAHAPAN Pilkada sudah dilalui oleh masing-masing pasangan calon (Paslon) yang akan mengajukan sebagai kepala daerah. 


Menariknya dalam Pilkada ini, terdapat fenomena pilkada Paslon tunggal atau Paslon dan kolom kosong. Ada sekitar 25 daerah yang ikut Pilkada kali ini melawan Kolom Kosong. Salah satu nya Balikpapan. 


Pengaturan kotak kosong dalam Undang Undang Nomor 10 Tahun 2016 dalam pilkada menjelaskan, bahwa jika pasangan calon tunggal tidak mendapatkan suara 50%+1 suara belum ada pasangan calon terpilih, maka pemerintah menugaskan pejabat gubernur untuk tingkat provinsi, bupati untuk tingkat kabupaten, dan pejabat walikota untuk tingkat kota. Artinya tidak ada kekosongan hukum dalam posisi kepala daerah yang memenangkan kolom kosong tersebut. 


Memilih kolom kosong adalah hal yang sah-sah saja dan merupakan hak bagi setiap pemilih yang juga sah menurut ketentuan pilkada yang berlaku saat ini. 


Maka hal tersebut boleh-boleh saja disosialisasikan kepada masyarakat. Karena itu, seluruh lapisan masyarakat agar sekiranya dapat menggunakan hak pilih sebaik-baiknya dan tidak memilih Golput. Karena setiap suara pemilih sesungguhnya menentukan masa depan bangsa pada umumnya dan masa depan kota pada khususnya. 


Pilihan berbeda dalam berpolitik adalah hal yang wajar dan biasa terjadi di masyarakat. Maka bagi masyarakat yang memilih Paslon atau yang memilih kolom kosong,masing-masing pasti memiliki alasan dan pandangan yang harus dihargai satu sama lain jangan sampai hubungan silatuhrahim sesama teman  bahkan saudara bisa renggang karena pilkada ini yang hanya sesaat. 


Mari kita bersama-sama ikut serta untuk saling menjaga dan menghindari praktik-praktik kotor dan tidak terpuji seperti money politic, seperti yang tercantum dalam Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada. 


Dalam agama Islam pun hal demikian dilarang. Mengutip Ibnul Atsri rahimahullah berkata, Risywah (suap) adalah sesuatu yang menghubungkan kepada keperluan dengan bujukan. [Misbachul Munir dinukil dari al-Mausah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyah, 22/219] 


Di sertai adanya moment pilkada menyeluruh ini. Kadang rawan terjadinya perusakan spanduk-spanduk yang merupakan perbuatan tercela serta ke kanak-kanakan. 


Karna spanduk tersebut tidak bersalah tidak pula bisa melawan. Itu sebagai sarana berkampanye saja. Malah bisa menimbulkan kericuhan dan gesekan diantara pemilih yang berakibat tidak baik, 


Masyarakat sesungguhnya harus cermat dan bijak dalam memilih pemimpin. Jangan terkecoh oleh pencitraan sesaat hanya demi menarik simpatik suara masyarakat untuk sebuah kemenangan yang mungkin lebih sarat kepentingan pribadi ataupun golongan. Tapi berikanlah solusi yang konkrit atas permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat. 


Mari kita menjaga kondusifitas serta keamanan dan kenyamanan bersama. Tetap ikuti aturan protokol, patuh aturan yang ditetapkan oleh pemerintah disaat kondisi masih di hantui oleh covid 19.


Janganl lupa tanggal 9 Desember 2020, kita sebagai masyarakat kota Balikpapan mesti berpartisipasi dalam pilkada kali ini.


Gunakanlah hak suara untuk menentukan pemimpin kota Balikpapan yang benar-benar jujur dan dapat mengemban amanah yang diberikan oleh masyarakat.


Ingat setiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawaban nya kelak. 


Sebuah riwayat dari Abu Hurairah radiyallahu anhu menyebutkan bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: 

"Tiga orang yang Allah enggan berbicara dengan mereka pada hari kiamat kelak. (Dia) tidak sudi memandang muka mereka, (Dia) tidak akan membersihkan mereka daripada dosa (dan noda). Dan bagi mereka disiapkan siksa yang sangat pedih. (Mereka ialah ): Orang tua yang berzina, Penguasa yang suka berdusta dan fakir miskin yang takabur" (HR. Muslim)





Penulis:

Sayid Alwi Bin Husin Al Hinduan

(Tokoh Masyarakat Balikpapan)

Share:

Berita Lainnya