Penulis: Tim Redaksi

Ojo Dibandingke....

Mungkin tulisan ini termasuk telat naik postingan. Tapi, tak apa lah. Tak telat-telat amat. 

Ini, soal ada yang sangat-sangat berbeda dalam upacara kenegaraan perayaan kemerdekaan negeri kita. Yakni penampilan Farel Prayoga di akhir apel.

Dengan tembang Ojo Dibandingke, penyanyi cilik itu berhasil membuat pejabat negara berjoged.

Kami tak ingin terjebak dalam pendapat bahwa apel tersebut mestinya dijalankan dengan sakral. Biarlah, masing-masing orang berpendapat. Bebas saja. Dan semestinya memang begitu, semua warga bebas berpendapat, apalagi di negara demokrasi. Tak perlu memusuhi, apalagi bermusuh-musuhan hanya sekadar beda pandangan. Biasa saja itu. Bahkan dengan anak, istri, atau teman sekalipun kita tak mungkin satu pemikiran. Beda kepala beda isi.

Maka, hiburan kemarin itu, biarlah kita nikmati bersama. Setidaknya bisa untuk melepas penat sejenak atas benang kusut segala permasalahan yang tengah terjadi.

Ayolah...santai. Berdamailah... Bertahun-tahun sudah kita ribut antar anak bangsa gegara beda pendapat. 

Santai, menarilah sejenak. Nikmati apa yang bisa kita nikmati. Setidaknya bisa menghibur lara sendiri.

Sederhana memang liriknya. Ojo Dibandingke, jangan dibandingkan. 

Tergurat gamblang. Tak perlu memang adanya pembanding-bandingan. Semua, semestinya, mendapat hak dan perlakuan sama di negeri ini. Sebab, Indonesia ini milik kita, rumah kita. 

Semua berhak berlindung di bawah atapnya atas deraan derasnya hujan. Panasnya sengatan matahari, dan dinginnya udara malam. 

Semua warga mesti bernaung di dalam rumah itu. Jangan ada satupun yang hanya dapat tempat bernaung di luar pagar. Semua mesti di dalam. 

Tak perlu usir-usiran, apalagi merasa paling memiliki rumah itu. Tengok SHM nya, nama rakyat yang tertera. Bukan atas nama pribadi atau kelompok tertentu.

Maka, wajib bersama kita jaga rumah tersebut. Jika ada yang rusak, perbaiki bersama. Jangan kita merusak bagian yang memang sudah baik. Kalau perlu kita renovasi secantik mungkin, agar semua penghuninya betah.

Bagaimana?

Share:

Berita Lainnya