• index
  • Pojok Pikiran
  • POLA LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING PADA PESERTA DIDIK YANG BERPRESTASI

POLA LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING PADA PESERTA DIDIK YANG BERPRESTASI

Penulis : Rudy Hendro Purnomo, S.Pd, Gr

Dasar pemikiran penyelenggaraan pelayanan bimbingan dan konseling dalam jenjang pendidikan formal bukan hanya terletak hukum atau perundang undangan yang berlaku, akan tetapi yang lebih penting adalah menyangkut upaya memfasilitasi peserta didik agar mampu mengembangkan potensi dirinya atau mencakup tugas tugas perkembangannya yang mencakup aspek fisik, emosi, sosial, intelektual, moral dan spiritual. Peserta didik merupakan individu yang berada dalam proses berkembang yaitu berkembang menuju arah kematangan dan kemandirian, untuk mencapai kematangan dan kemandirian tersebut diperlukan pelayanan bimbingan dan konseling. Mengingat keberadaan bimbingan dan konseling di sekolah dapat membantu peserta didik memahami serta menentukan arah kehidupannya, selain itu juga memahami tentang diri pribadi dan lingkungannya.

Perlu diketahui bahwa bimbingan dan konseling dalam hal memberikan pelayanan kepada peserta didik di sekolah tidak hanya terpaku pada yang memiliki masalah atau terlibat suatu kasus namun lebih daripada itu yakni juga melayani seluruh peserta didik tanpa kecuali termasuk yang memiliki prestasi dengan menyesuaikan jenis bimbingan yang akan diberikan berdasarkan kebutuhan peserta didik tersebut seperti bimbingan karir, bimbingan belajar, bimbingan sosial dan bimbingan pribadi.

Untuk penjabaran mendalam mengenai pengertian pola layanan bimbingan dan konseling bagi peserta didik yang memiliki prestasi di sekolah dapat didefinisikan sebagai berikut, pengertian pola di kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) adalah bentuk atau model yang memiliki keteraturan. Bila disandingkan dengan bimbingan dan konseling maka pola layanan yang dimaksud adalah model atau bentuk pemberian bantuan layanan kepada peserta didik secara umum dan khususnya yaitu yang berprestasi di lingkungan sekolah. Dalam dunia pendidikan arti belajar adalah suatu proses perubahan kepribadian seseorang dimana perubahaan tersebut dalam bentuk peningkatan kualitas perilaku, seperti peningkatan pengetahuan, keterampilan, daya pikir, pemahaman, sikap, dan berbagai kemampuan lainnya. Di dalam penerapannya untuk mewujudkan arti belajar oleh peserta didik memiliki karakteristik yang berbeda dalam memahami suatu pembelajaran, ada yang cepat menyesuaikan dan ada yang lambat menyesuaikan, namun dalam hal ini semua tergantung latar belakang peserta didik masing masing, sehingga ada peserta didik yang mampu mencapai prestasi yang diinginkan.

Pola layanan bimbingan dan konseling pada peserta didik yang berprestasi merupakan bagian penting dalam menjaga dan meningkatkan potensi serta prestasi mereka. Peserta didik yang berprestasi seringkali memiliki kebutuhan yang berbeda dibandingkan dengan peserta didik lainnya, sehingga diperlukan pendekatan yang sesuai untuk membantu mereka mencapai potensi maksimal.

Salah satu pola layanan yang efektif adalah dengan memberikan bimbingan secara personal. Dengan pendekatan ini, guru atau konselor dapat memberikan perhatian khusus kepada setiap peserta didik yang berprestasi, sehingga mereka dapat mendapatkan arahan dan motivasi yang diperlukan untuk terus berkembang. Bimbingan personal juga memungkinkan para peserta didik tersebut untuk mengatasi hambatan-hambatan yang mungkin muncul dalam perjalanan akademik mereka.

Selain itu, kolaborasi antara guru, konselor, dan orang tua juga sangat penting dalam pola layanan bimbingan dan konseling pada peserta didik yang berprestasi. Melalui komunikasi yang terbuka dan kerja sama yang baik, semua pihak dapat saling mendukung dan memberikan dorongan kepada peserta didik untuk terus meningkatkan prestasinya. Orang tua juga dapat memberikan informasi tambahan mengenai perkembangan peserta didik di luar lingkungan sekolah, yang dapat membantu guru dan konselor dalam memberikan bimbingan yang tepat.

Selain itu, penyediaan program bimbingan dan konseling yang sesuai juga perlu diperhatikan. Program-program ini dapat dirancang untuk membantu peserta didik yang berprestasi dalam mengelola stress, mengembangkan keterampilan sosial, atau merencanakan karir mereka di masa depan. Dengan adanya program-program ini, peserta didik dapat merasa didukung dan termotivasi untuk terus berkembang.

Dalam menyusun pola layanan bimbingan dan konseling pada peserta didik yang berprestasi, penting untuk selalu memperhatikan kebutuhan dan potensi masing-masing individu. Dengan pendekatan yang tepat dan kerja sama yang baik antara semua pihak terkait, diharapkan peserta didik yang berprestasi dapat terus memberikan kontribusi positif dalam dunia pendidikan. (***)



Guru Bimbingan dan Konseling SMAN 8 Samarinda 

Ketua Umum Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia

Share: