Katarina Suko Tri Palupi Hapsari, S. Psi, M. Si

Sudah Besar Kok Ngompol?

BANYAK orang mengira kalau ngompol adalah sesuatu yang hanya terjadi pada anak-anak. Tapi, siapa sangka, mengompol juga bisa terjadi pada anak remaja atau bahkan orang dewasa. Loh kok bisa?


Ngompol disebut juga dengan enuresis. Normalnya, memang dialami oleh bayi atau anak kecil yang belum bisa buang air kecil sendiri. Namun, pada kenyataannya, ngompol bisa terjadi di semua usia. Hanya saja, banyak orang menganggap, ngompol saat dewasa adalah hal tabu yang sangat memalukan.


Jika anak usia di atas 5 tahun masih ngompol, misal dalam 3 bulan berturut-turut, maka perlu diperhatikan agar perilaku ini tiak terbawa sampai dewasa.


Ada tiga tipe ngompol (enuresis) yaitu:

1. Nacturnal enuresis: Seringnya anak ngompol pada waktu malam hari.

2. Diurnal enuresis: Seringnyaanak ngompol pada waktu beraktivitas siang hari

3. Penggabungan antara nocturnal dan diurnal enuresis: Seringnya mengompol pada waktu beraktivitas siang dan malam hari.


Penyebab perilaku ngompol secara pasti sulit diketahui. Sehingga sering membuat frustasi bagi dokter, keluarga, maupun anak yang mengalami. Akibatnya, anak maupun keluarga sering menjadi stres dan tidak percaya diri.


Adapun beberapa penyebab perilaku ngompol yang dialam anak antara lain:

1. Ada kecemasan seperti perilakusibling atau memiliki adik baru.

2. Latihantoilet of training yang salah pada usia 1-2 tahun (fase anal).

3. Adanya suatu perasaan ketakutan dala diri anak yang tidak dapat diungkapkan.

4. Kerusakan pada saluran kemih anak yang menyebabkan anak tidak bisa mengontrol keinginannya untuk kecing.

5. Pola asuh orang tua yang kurang konsisten.

6. Faktor genetik (keturunan).


Ngompol pada anak, harus mendapat penanganan yang benar. Karena dampak dan akibat perilaku tersebut, dapat menyebabkan antara:

- Anak akan berkembang menjadi pribadi yang tergantung pada orang lain.

- Anak menjadi kurang disiplin dan tidak asertif.

- Munculnya rasa kurang percaya diri.

- Munculnya perasaan malu pada orang lain.

- Mudah depresi serta muncul rasa bersalah.

- Emosi anak kurang stabil.


Bagaimana mengatasi ngompol pada nak yang efektif? Untuk anak yang sering ngompol pada mala hari, cara yang dapat dilakukan yaitu:

1. Ajaklah anak untuk belajar bagaimana cara menahan kencingnya pada siang hari.

2. Pastikan anak tidak minum 1 jam sebelum tidur dan buang air kecil di toilet.

3. Bangunkan anak tengah malam untuk buang air kecil secara berkala.

4. Berikan pujian pada anak saat malam-malam dia tidak mengompol. Jangan memarahi anak saat dia mengompol. Berikan dukungan kepada anak untuk terus berusaha.

5. Menyuruh anak berhenti kencing sebelum dia selesai, kemudian tahan selama beberapa detik, lanjutkan kencing hingga selesai.


Untuk siang hari, hal yang dapat diajarkan orang tua adalah:

1. Berikan penghargaan dengan pujian atau pernghargaan dalam bentuk lain setiap hari saat anak tidak mengompol. Contohnya menggunakan skema bintang.

2. Suruhlah anak untuk pergi ke toilet secara teratur. Misalnya setiap dua jam sekali. Dengan cara ini, maka kandung kemih akan selalu kosong.


Jika anak tidak juga berhenti mengompol meski sudah berusia 7-8 tahun, dan orang tua sudah mencoba berbagai cara untuk mencegahnya, konsultasikanlah kepada dokter untuk mencari tahu apakah ada masalah lainnya yang perlu diatasi.


Penulis

Katarina Suko Tri Palupi Hapsari, S. Psi, M. Si

Pisikolog RSJD Atma Husada Mahakam Samarinda

Share:

Berita Lainnya