RUTIN: Jangan ragukan keseriusan swasta mengelola wisata. Mereka sering bikin event.

Urusan Wisata, Serahkan Ke Kami

POJOKALTIM- Potensi wisata di Kota Tepian, pada dasarnya cukup besar. Namun, infrastruktur seolah enggan mendukung. Padahal, tinggal sedikit saja sentuhan tangan pemerintah Samarinda, jadi itu barang. Jadi...



Di sini, kita punya Sungai Mahakam yang belum di eksplor. Pelaku industri kreatif belum banyak yang melirik.


Saat ini, baru ada satu atau dua kapal pesiar yang sebenarnya merupakan make over dari kapal penumpang. Tak masalah. Yang penting ada, sebagai pioneer.



Lalu ada mesjid Islamic Center yang berdiri megah di pinggir Sungai Mahakam. Ada Gereja Katedral. Kelenteng sarat sejarah yang ketika zaman penjajahan, sempat di "kado" bom. Ada juga Buddhist Center yang diklaim terbesar di Asia Tenggara.


Ada spot spot puncak bukit yang beranjak menjadi destinasi baru. Ada pula Mahakam Lampion Garden di sepanjang sisi sungai Mahakam. Belum lagi Sungai Karang Mumus yang sebenarnya juga bisa menjadi wisata susur sungai.



Duh, banyak sebenarnya. Bisa dikemas kemudian dijual menjadi paketan wisata. Bisa menjadi paket wisata alam dioplos wisata religi.



Namun, itu tadi. Infrastrukturnya yang belum siap. Contoh kecil, di Tepian mahakam, tidak disediakan toilet memadai. Toilet yang ada? Sila nilai sendiri. Ini baru di sisi Tepian. Belum di tempat lain. Kita belum bicara mengenai fasilitas di dan ke Desa Budaya Pampang.
Kemudian, jalan banyak berlubang. Lampu jalan sekadar hiasan di malam hari. Dan seterusnya, dan seterusnya.


Sementara dari sisi akomodasi, sudah sangat siap. Perhotelan, restoran, ada di mana mana. Siap menampung. Hotel melati, sampai hotel yang bintangnya 5, ada. Guesthouse, apalagi. Menjamur.


Sulitkah mewujudkannya? Kalau boleh kami memberi saran kepada pemerintah kota Samarinda, khususnya walikota yang terpilih nanti, sudah saatnya sektor wisata dijadikan unggulan.



Mari kita move on dari hasil tambang. Percaya lah, tambang itu masa lalu. Sawit masa sekarang. Sektor wisata, masa depan.



Pemerintah tak perlu membangun tempat wisata. Membuang-buang anggaran. Sudah. Serahkan saja ke swasta.


Yang diminta kawan-kawan swasta tidak banyak. Cukup siapkan infrastruktur. Jalan, jembatan, listrik, air, kepastian hukum, keamanan, kenyamanan berinvestasi, dan dimudahkan urusan perizinan. Sudah. Itu saja. Kuncinya adalah penyiapan infrastruktur. Selanjutnya biar kawan kawan pengusaha ekonomi kreatif yang bekerja.


Pak wali, silakan duduk manis seraya nyruput kopi sembari manyaksikan rupiah demi rupiah yang kelak akan mengalir deras mengisi PAD dari sektor ini. (***)


Penulis:
Denny Sulaksono

Share:

Berita Lainnya