SENIOR: Man behind the gun, yang paling kiri.

Walet, Trust, Dan Sosmed

"Aku ini walet, wal," ujar seorang kawan menjawab kegusaranku yang saat ini tengah belajar jadi entrepreneur,  namun kantong masih bolong.


Sedetik lalu, kupikir pria tambun bertato lagi berkacamata ini, memiliki usaha lain, yakni sarang walet. Ternyata aku khilaf. Yang ia maksud adalah, semua modal usaha kedai kopi yang dijalankannya ini, bermodal liur. Modal omong doang. "Tapi yang paling utama adalah modal trust," ujarnya sembari menghembuskan asap rokok seolah penegasan bahwa memang, dirinya memulai menjadi, katakan lah seorang pengusaha, itu modal kepercayaan orang-orang. "Ikam (kamu) pikir aku ini beduit kah," tukasnya.


Maka, dengan trust tadilah, dirinya mendapat kemudahan-kemudahan memulai usaha. Tanpa itu, nothing. Nol besar. Khususnya bagi pemula.


Perjalanan kisahnya memang tak semulus paha artis artis Korea. Jatuh bangun sudah ia rasakan. Dari dunia satu ke dunia lain, sudah ia lalui. kisahnya ini, sepertinya kurang lebih sama dengan profil pengusaha sukses lainnya: yakni mesti berdarah darah dulu hingga mencapai kesuksesan.


Di luar trust tadi, ada satu hal keniscayaan lagi yang ia pegang dan yakini sampai sekarang. Yaitu benderang lah. Ya, kita mesti menjadi yang paling benderang. Kita mesti membuktikan bahwa di manapun, dengan atau tanpa siapapun, mesti benderang.


Itu untuk membuktikan bahwa diri kita ini memang berkualitas dan berkelas. Mau di mana saja, tetap jadi.


Pasarkan diri kita di sosmed. "Biarkan saja hatters. Jangan hiraukan. Posting segala yang menyangkut dirimu di sosmed," tegasnya lagi.


Menurutnya, itu adalah salah satu upaya agar kita ini tetap benderang, meski di tempat terang sekalipun. Sekaligus memberikan efek psikologi kepada semua orang, bahwa benar kita ini mampu, kompeten, dan tidak lemah seperti yang mereka bayangkan.


Masih banyak topik yang kami diskusikan. Tapi tidak mendalam dan mendetail. Sebenarnya, aku masih ingin berdiskusi dengannya. Masih banyak yang ingin ku curi dari pengalamannya. Masih banyak ilmu yang belum ia ceritakan. Diskusi terpotong, dirinya diminta berpidato di tengah-tengah peresmian kerjasama kedainya dengan salah satu perusahaan brand otomotif terbesar di Tanah Air. (aka)

Share:

Berita Lainnya