Peduli Akan Kelestarian Orangutan

Berkenalan Dengan RHOI, Yuk...

PONGO pygmaeus. Demikian nama Latin orangutan. Di Indonesia, terdapat tiga sebaran hewan pandemik itu. Yakni di Sumatera, Kalimantan, dan Tapanuli. Semakin kesini, statusnya mendekati: "terancam punah".


Aksi penebangan hutan menjadi musuh utama pertumbuhan dan perkembangan orangutan. Kian meluasnya areal pabrik yang memanfaatkan kayu, maupun penanaman perkebunan, membuat hewan jenis kera besar ini kian terpojok. Terusir dari rumahnya sendiri. Diperparah lagi bila terjadi musibah kebakaran hutan.


Tak ayal, belakangan kian marak terdengar orangutan masuk perkampungan. Sebab, mereka sudah tak punya lagi hutan guna berteduh.


Satu dari tak banyak lembaga yang peduli akan nasib orangutan adalah Restorasi Habitat Orangutan Indonesia (RHOI). 


Lembaga berbadan hukum perseroan terbatas ini didirikan Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS) pada 21 April 2009. 


Berpusat di Jalan Kumbang Nomor 31 Bogor, Jawa Barat, perusahaan ini mendapatkan dan mengelola areal seluas 86.593,65 hektar sebagai tempat permanen bagi orangutan liar, semi liar, serta hasil rehabilitasi. Skema izinnya melalui Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Restorasi Ekosistem (IUPHHK-RE).


Setidaknya ada 4 aktivitas utama yang dikerjakan RHOI. Pertama pelepas liaran. Aktivitas ini sudah berlangsung sejak 2012. Hingga 2019, sudah 118 individu orangutan yang telah menjalani masa rehabilitasi di pusat rehabilitasi Samboja Lestari. Orangutan tersebut dilepasliarkan di hutan Kehje Sewen.


Setelah dilepasliarkan, orangutan tetap dipantau. Mereka akan dipastikan apakah sudah bisa beradaptasi dan bertahan hidup dengan baik di alam bebas.


RHOI juga melakukan inventarisasi flora dan fauna. Kemudian pemantauan kekayaan biodiversitas, serta melakukan pengamanan wilayah dari kebakaran,perambahan, dan kegiatan ilegal lainnya.


Selain menyediakan rumah bagi orangutan, RHOI juga melakukan kegiatan pengelolaan hutan berkelanjutan seperti restorasi, rehabilitasi, pengelolaan lingkungan dan perlindungan habitat jangka panjang. 


RHOI juga mendorong dan mendukung keterlibatan masyarakat lokal dan pemberdayaan melalui kemitraan, penyuluhan dan pendidikan tentang hutan, penelitian dan pengembangan, dan perdagangan (barang dan jasa hasil hutan non-kayu berkelanjutan) untuk pasar domestik dan internasional. 


Ini semua adalah langkah penting bagi RHOI dan Yayasan BOS dalam komitmen menciptakan masa depan yang cerah bagi orangutan dan mendukung upaya-upaya di seluruh dunia untuk memerangi ancaman serius pemanasan global dan perubahan iklim. (aka)

Share: