• index
  • Pojok Utama
  • Agus Aras Dorong Kemitraan Industri Perkuat Kurikulum Vokasi SMKN 2 Sangatta Utara

Agus Aras Dorong Kemitraan Industri Perkuat Kurikulum Vokasi SMKN 2 Sangatta Utara

SANGATTA - Sinergi antara dunia pendidikan dan dunia industri terus diperkuat guna mencetak lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) yang siap bersaing di dunia kerja. Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) sekaligus workshop penyelarasan kurikulum yang digelar SMKN 2 Sangatta Utara bersama sejumlah mitra Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI), Senin (27/7/2026).

Kerja sama tersebut melibatkan sejumlah perusahaan besar, di antaranya PT Kaltim Prima Coal (KPC), PT United Tractors, PT Pama Persada Nusantara, dan PT Toyota Auto 2000. Melalui kolaborasi ini, sekolah berupaya menyelaraskan kurikulum pembelajaran dengan kebutuhan kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja.

Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Agus Aras, yang hadir dalam kegiatan tersebut memberikan apresiasi atas langkah SMKN 2 Sangatta Utara dalam membangun kemitraan strategis dengan dunia industri. Menurutnya, kolaborasi seperti ini menjadi salah satu solusi untuk memperkecil kesenjangan antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan perusahaan.

"Tujuan utamanya adalah agar para siswa setelah menyelesaikan pendidikan dapat langsung mengisi peluang kerja yang dibutuhkan perusahaan. Di sinilah pentingnya sinergi yang berkesinambungan antara sekolah dan dunia industri," ujar Agus Aras.

Ketua Fraksi Demokrat-PPP DPRD Kalimantan Timur itu berharap pola kemitraan yang dibangun SMKN 2 Sangatta Utara dapat menjadi contoh bagi sekolah kejuruan lainnya di Kutai Timur maupun Kalimantan Timur. Menurutnya, semakin banyak dunia usaha yang terlibat dalam proses pendidikan vokasi, maka semakin besar pula peluang lahirnya lulusan yang kompeten dan siap kerja.

Selain membuka kesempatan bagi siswa untuk mengikuti Praktik Kerja Lapangan (PKL), Agus Aras juga mendorong perusahaan agar turut berkontribusi dalam peningkatan kapasitas tenaga pendidik melalui transfer pengetahuan dan pengalaman industri.

"Dunia industri harus mau berbagi ilmu dan pengalaman untuk meningkatkan keahlian guru-guru produktif di SMK. Peningkatan kapasitas pengajar ini tentu akan berdampak langsung pada kualitas kemampuan para siswa," tegasnya.

Sementara itu, Kepala SMKN 2 Sangatta Utara, Mustari, mengatakan seluruh mekanisme penempatan siswa magang telah dituangkan dalam dokumen kerja sama yang disepakati bersama para mitra industri.

"Dalam dokumen MoU tersebut sudah tercantum kesepakatan mengenai penerimaan siswa kami untuk melaksanakan Praktik Kerja Lapangan atau pemagangan di perusahaan mitra," jelas Mustari.

Ia menambahkan, penyelarasan kurikulum bersama dunia industri merupakan langkah strategis untuk memastikan materi pembelajaran di sekolah tetap relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja.

"Kami menyelaraskan kurikulum agar menemukan titik temu antara pembelajaran di SMK dan kebutuhan industri saat ini, sehingga dapat melahirkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan perusahaan," pungkasnya.

Melalui kemitraan tersebut, diharapkan kualitas pendidikan vokasi di Kutai Timur semakin meningkat, sekaligus mampu menghasilkan sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan siap berkontribusi dalam pembangunan daerah.  (densul)

Share: