Sertifikat Tanah Elektronik Siap Rilis

POJOKALTIM, SAMARINDA - Pemerintah melalui Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional segera rilis Sertipikat Tanah Elektronik. Ini tertuang dalam Permen No 1/2021 tentangSertifikat Elektronik. Aturan tersebut juga telah diundangkan oleh Direktur Jenderal Peraturan Perundang-undangan Kementerian Hukum dan HAM Widodo Ekatjahjana di hari yang sama Beragam komentar di akun Twitter @atr_bpn.



Salah satunya dari akun @lase_d*** yang menanyakan apakah surat yang baru di urus apakah sudah termasuk dalam program ini. Tanggapan lain diberikan akun @raka*** yang menanyakan jaminan keamanan data jika surat konvensional ditarik.



Keraguan program ini bisa berjalan baik juga dilontarkan pemilikakun @nyak***. Di cuitkannya, sistem serupa sebelumnya yakni e-KTP belum berjalan maksimal. Sebab, ketika mengurus surat menyurat masih melampirkan foto copy KTP asli. 



Kekhwatiran terjadinya tumpang tindih data juga dilontarkan netizen. Menurut mereka, surat konvensional saja masih banyak yang bermasalah. Apalagi akan beralih ke digital. Mengingat, sistem digital tersebut rawan. Masih bisa dibobol orang tak bertanggungjawab.



Sebagai informasi, Sertipikat Tanah Elektronik ini secara bertahap akan menggantikan surat konvensional. Tidak ada penarikan untuk sertifikat lama.



Sertifikat analog yang diganti sertifikat elektronik adalah saat masyarakat ingin mengganti sertifikat analog ke elektronik atau terjadi peralihan hak atau pemeliharaan data maka sertifikat analognya


Penampakan Surat Tanah Elektronik:



Melalui akun Instagram resmi @atr_bpn, Kementerian ATR/BPN menyebutkan bahwa sertifikat elektronik sangat terjamin keamanannya. Ada 6 perbedaan antara sertifikat tanah elektronik dan sertifikat analog, yaitu kode dokumen, kode QR, nomor identitas, kewajiban dan larangan, tanda tangan, dan bentuk dokumen. (aka)

Share: