Belum Punya Depo Arsip, Dispusip Samarinda Tertinggal Dari Kukar

POJOKALTIM.CO.ID, SAMARINDA - Arsip kerap menjadi beban bagi lembaga atau instansi. Untuk mengatasi itu, Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) memberi dukungan positif, yang bermanfaat dan berharga bagi pengelolaan arsip. Salah satunya dengan kerap menyelenggarakan pemberian penghargaan di bidang kearsipan.

Tahun ini, Kutai Kartanegara (Kukar) menorehkan berbagai prestasi dengan berhasil meraih beberapa penghargaan di bidang kearsipan. Hal itu pun menjadi kebanggaan sekaligus pemantik untuk kabupaten/ kota lainnya di Kaltim.

Sementara itu, Samarinda masih tertinggal dalam pengelolaan kearsipannya. Sebab Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispursip) Samarinda belum memiliki Depo Arsip yang memadai.

Arsiparis Terampil Dispursip Samarinda Kirana Pareswari mengungkapkan, kondisi pengelolaan kearsipan di dinasnya sebenarnya sudah cukup siap untuk menerapkan kearsipan sesui aturan. Namun belum memiliki Depo Arsip.

"Pastinya kami juga ingin mendapatkan gelar sebagai pengelola arsip terbaik. Tapi deponya juga dibutuhkan untuk mewujudkan itu," jelas Kirana.

Sebenarnya, ada 6 arsiparis yang bekerja mengelola arsip untuk seluruh OPD di Samarinda. Kemudian, mereka juga memiliki bekal yang cukup untuk menerapkan pengelolaan kearsipan yang sesuai dengan SOP. Namun belum adanya Depo Arsip cukup disayangkan bagi Lembaga Kearsipan Daerah (LKD) yang seharusnya memiliki Depo Arsip. Yang ada sementara baru record center untuk penyimpanan arsip inaktif. Meski ruangannya juga tidak luas.

"Semoga nanti ada tambahan anggaran dan dukungan pembangunan Depo arsip," pungkasnya. (adv/azr/DPK Kaltim)

Share: