Kehadiran Perpustakaan Untuk Mencerdaskan Kehidupan Anak Bangsa
POJOKALTIM.CO.ID, KUTAI KARTANEGARA - Secara umum, terjadinya kemiskinan di dunia dikarenakan empat faktor, yaitu kurangnya penguasaan masyarakat terhadap ilmu pengetahuan, skill inovasi dan kreativitas yang minim, akses ke permodalan yang sulit, hingga budaya malas yang menjangkiti.
Hal itu disampaikan Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas), Syarif Bando, saat acara Peningkatan Indeks Literasi Masyarakat (PILM) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Dia menilai, Kukar harus melakukan inovasi, punya daya saing, dan kemandirian jika ingin menjadi daerah maju.
"Kenapa Belanda sanggup menjajah Indonesia? Karena masyarakatnya saat itu masih kurang pemahaman terhadap ilmu pengetahuan, kurang daya inovasi, dan kurang permodalan," kata Syarif.
Dia menjelaskan, kehadiran perpustakaan dalam suatu negara salah satunya adalah untuk mencerdaskan kehidupan anak bangsa.
Namun, kecerdasan saja tidak cukup untuk mengantar kesuksesan. Masyarakat juga harus berbudaya, seperti masyarakat di Eropa.
Dia mengatakan, masyarakat Eropa tidak hanya memiliki kualitas manusia yang cerdas, berkualitas, dan berdaya saing, tapi juga beradab.
"Perlu diingat bahwa faktor kesuksesan bermula dari bagaimana kita menjadi manusia berbudaya," sambungnya.
Sekretaris Daerah Kabupaten Kukar, Sunggono, turut mengingatkan bahwa peran penting literasi untuk meningkatkan kualitas hidup.
Literasi harus dipahami bukan sekadar kemampuan baca tulis, tapi juga kemampuan memahami informasi dan keterampilan serta aspek lain yang diperlukan dalam kehidupan.
"Dengan literasi yang kuat, masyarakat akan mampu mengakses informasi yang berkualitas, menghasilkan keputusan yang bijak, tangguh, dan berakhlak sesuai tujuan dari pembangunan nasional dan daerah," ujar Sunggono.
Pemprov Kaltim, kata Sunggono, berkomitmen mendorong peningkatan literasi untuk seluruh lapisan masyarakat. (adv/azr/DPK Kaltim)
