Menanti Terangnya Harapan Di Dusun Tani Harapan
TENGGARONG - Malam tiba lebih cepat di Dusun Tani Harapan, Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan. Tanpa aliran listrik dari PLN, sekitar 150 kepala keluarga di kawasan ini masih menggantungkan harapan mereka pada dengungan mesin diesel yang kian uzur dan boros bahan bakar.
Di tengah kegelapan yang akrab sejak lama, harapan baru mulai menyala. Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tengah mengupayakan terobosan agar cahaya listrik bisa segera sampai ke rumah-rumah warga. Tak lagi lewat genset, melainkan dari jaringan PLN yang stabil dan menyala 24 jam.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto, menjelaskan bahwa Pemkab tak tinggal diam melihat kondisi ini. Salah satu langkah strategis yang tengah ditempuh adalah menjalin kerjasama lintas instansi, termasuk PLN, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, dan yang terpenting, Badan Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN).
"Secara prinsip, semua pihak siap membantu. Tinggal bagaimana Pemkab Kukar menyelesaikan perizinan pemanfaatan lahan yang saat ini masuk kawasan pengembangan IKN," ujar Arianto.
Jalur jaringan listrik sebenarnya sudah mulai dibangun sejak akhir 2023 lalu, sepanjang 5,1 kilometer. Dana sebesar Rp3,6 miliar dari APBDes telah digelontorkan untuk merealisasikannya. Namun sebagian trase melintasi kawasan hutan lindung di Bukit Suharto, yang kini memerlukan izin khusus dari Otorita IKN berdasarkan amanat UU Nomor 3 Tahun 2023.
Bagi Arianto, perjuangan ini bukan sekadar urusan teknis. Ia menyebut program ini selaras dengan visi besar Pemkab Kukar melalui program âTerang Kampongkuâ, yang bertujuan membuka akses energi hingga pelosok pedesaan.
"Jika jaringan PLN memungkinkan untuk masuk, maka itu yang jadi prioritas. Tapi kalau tidak, kami juga sudah siapkan opsi lain seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) komunal," terangnya.
Dusun Tani Harapan memang terletak di dataran tinggi. Namun bukan berarti mereka harus terus berada dalam kegelapan. Pemerintah tengah menyusun surat usulan resmi yang akan menjadi dasar perjanjian pemanfaatan lahan, agar jaringan listrik bisa benar-benar tersambung.
Saat semua izin selesai dan jalur disiapkan, PLN pun siap mengalirkan listrik. Warga pun tak perlu lagi membeli solar saban minggu, atau menghitung jam penggunaan genset agar tak tekor pengeluaran.
Di tengah rimbunnya Bukit Suharto, dan senyapnya malam Dusun Tani Harapan, ada secercah cahaya yang kian mendekatâmembawa harapan bahwa malam mereka tak lagi gulita. (ADV KMF KUKAR)

Kepala DPMD Kukar, Arianto.