Mengenal Goa Maria Di Muara Wahau, Kutim
POJOKALTIM, MUARA WAHAU - Potensi wisata di Bumi Etam sebenarnya sangat banyak. Apalagi yang berkaitan dengan wisata alam. Sangat banyak.
Selain wisata alam, Kaltim juga memiliki sejumlah destinasi wisata reliji. Bangunan tempat peribadatan berbagai umat beragama, tersebar di mana-mana.
Lantas, bagaimana jika wisata alam dan wisata reliji menjadi satu?
Ya, ini bisa ditemui di Goa Maria di Desa Nehas Liang Bing. Desa yang secara administrasi masuk dalam Kecamatan Muara Wahau - Kutai Timur ini, memang berada di area kawasan gunung karst.
Dengan potensi yang dimilikinya, Pemkab Kutim belum lama ini meresmikan Goa Maria tersebut sebagai salah satu tujuan wisata reliji di wilayahnya. Tentu, fungsi utama sebagai tempat peribadatan umat Katolik, tetap prioritas.
Goa Maria terletak diantara dua kecamatan, yakni Muara Wahau dan Kongbeng.

Seperti yang sudah disebutkan di atas, selain wisata reliji, pengunjung juga akan disuguhkan pemandangan pegunungan karst.
Di sekitar gua, banyak tumbuh pohon endemik pulau Kalimantan, seperti meranti, simpur, jelutung, binuang, serta keruwing yang masih terjaga dan terawat dengan baik.

Jumlah umat Katolik di wilayah ini memang tidak sedikit. Selain Desa Nehas Liang Bing, umat Katolik dari Kecatan Kongbeng, dan Kecamatan Telen juga kerap berkunjung. Tak hanya warga setempat pula, Gua Maria ini juga dikunjungi karyawan perusahaan yang beroperasi di area ini.
Goa Maria menjadi pusat pembinaan rohani Katolik seperti retret dan rekoleksi, serta kemah rohani bagi OMK (Orang Muda Katolik), misdinar dan anak-anak sekami.
Fasilitas penunjang terus dikembangkan dan direhabilitasi. Rehabilitasi dilakukan pada pengaturan tempat duduk jemaat, altar gereja, fasilitas sanitasi, pembangunan patung Bunda Maria, hingga pembangunan guest house untuk muda-mudi Katolik.
Dari Samarinda, jarak tempuh ke sana dengan perjalanan darat sekitar 9 jam. Estimasi jarak 338,8 Km, dengan titik koordinat 1.09258440704,116.9051554. (aka)

Foto: ist