Kukuhkan 25 Paskibraka Bulungan, Syarwani Tekankan Amanah Menjaga Marwah Merah Putih
TANJUNG SELOR - Sebanyak 25 putra-putri terbaik Kabupaten Bulungan resmi dikukuhkan sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) untuk menjalankan tugas pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Pengukuhan dilakukan Bupati Bulungan Syarwani, S.Pd., M.Si., di Aula Benuanta BKPSDM, Jalan Agathis, Tanjung Selor, Sabtu (15/8/2026).
Para anggota Paskibraka tersebut dijadwalkan bertugas dalam upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang berlangsung di Kebun Raya Bundayati, Tanjung Selor, Senin (17/8/2026).
Dalam arahannya, Syarwani mengingatkan bahwa menjadi anggota Paskibraka bukan sekadar menjalankan tugas dalam sebuah seremoni kenegaraan. Di balik seragam dan tugas mengibarkan Sang Merah Putih, terdapat kehormatan sekaligus tanggung jawab besar yang harus dijaga.
"Menjadi Paskibraka adalah sebuah kehormatan sekaligus amanah. Di dalamnya terdapat nilai perjuangan, kedisiplinan, tanggung jawab, persatuan, keteladanan serta kecintaan kepada Tanah Air," tegas Syarwani.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota Paskibraka yang telah melalui proses seleksi dan mendapatkan kepercayaan untuk menjalankan tugas tersebut.
Menurut Syarwani, kepercayaan itu harus dibuktikan melalui sikap disiplin, tanggung jawab serta keteladanan, baik selama menjalankan tugas maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Ia juga meminta para anggota Paskibraka memahami makna di balik tugas ketika membawa dan mengibarkan bendera Merah Putih.
"Kalian akan berdiri tegak membawa Merah Putih, simbol negara dan simbol persatuan bangsa," ujarnya.
Bagi Syarwani, setiap kibaran bendera Merah Putih mengandung pesan sejarah tentang perjuangan panjang bangsa Indonesia dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan.
Ia mengingatkan bahwa kemerdekaan yang dinikmati generasi saat ini tidak diperoleh dengan mudah. Para pejuang harus mengorbankan tenaga, pikiran, harta benda, darah hingga nyawa demi mempertahankan Indonesia sebagai negara yang merdeka.
Karena itu, semangat kemerdekaan tidak seharusnya berhenti pada kegiatan seremonial setiap 17 Agustus. Generasi muda memiliki tanggung jawab berbeda untuk melanjutkan perjuangan tersebut sesuai tantangan zaman.
"Para pahlawan dahulu berjuang dengan senjata untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Tugas generasi muda saat ini adalah mengisi kemerdekaan dengan prestasi, ilmu pengetahuan, inovasi, kreativitas dan karya nyata," tegasnya.
Syarwani kemudian berpesan agar kesempatan menjadi Paskibraka dimanfaatkan sebagai pengalaman untuk membangun karakter sekaligus memacu prestasi.
Ia meminta para pelajar tetap menjadikan pendidikan sebagai prioritas dan tidak tertinggal dalam perkembangan teknologi.
"Belajarlah dengan sungguh-sungguh. Jangan takut bermimpi besar dan manfaatkan kemajuan teknologi secara bijaksana," pesannya.
Di sisi lain, Bupati Bulungan mengingatkan para generasi muda agar mampu menjaga diri dari berbagai pengaruh negatif yang dapat merusak masa depan.
Menurutnya, prestasi dan masa depan yang telah dibangun sejak usia muda dapat hilang apabila tidak dibarengi dengan kemampuan memilih lingkungan, menjaga pergaulan dan menggunakan teknologi secara bertanggung jawab.
Ia berharap 25 anggota Paskibraka tidak hanya dikenang karena keberhasilannya mengibarkan bendera pada HUT ke-81 Kemerdekaan RI, tetapi juga mampu menjadi teladan bagi generasi muda lainnya di Kabupaten Bulungan. (DKIPBUL/ADV)
